Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

KTT BRICS 2025 di Rio Bahas Isu Tarif AS, Iklim, dan Ketidakhadiran Putin-Xi

Deklarasi bersama serukan reformasi global dan keadilan iklim

KTT BRICS Rio 2025
KTT BRICS Rio 2025

Rio de Janeiro, 7 Juli 2025 — KTT BRICS 2025 resmi berakhir pada Minggu malam (6/7) di Rio de Janeiro, Brasil. Pertemuan negara-negara berkembang berpengaruh ini menghasilkan deklarasi 126 poin yang menyoroti sejumlah isu global, termasuk kritik terhadap tarif dagang baru Amerika Serikat, seruan keadilan iklim, dan reformasi lembaga internasional.

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari Brasil, India, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, dan sejumlah negara anggota BRICS lainnya. Namun, absennya dua pemimpin besar — Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping — mencuri perhatian dunia internasional. Keduanya mengutus delegasi tingkat tinggi karena alasan yang belum dijelaskan secara resmi.

Salah satu sorotan utama dalam pernyataan bersama adalah penolakan terhadap kebijakan tarif proteksionis yang kembali digaungkan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Dalam pidatonya, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyebut langkah tersebut sebagai ancaman nyata terhadap perdagangan global yang adil. “BRICS harus berdiri bersama melawan ketimpangan dan unilateralisme,” kata Lula.

Selain isu ekonomi, KTT ini juga menekankan pentingnya kontribusi negara maju dalam pembiayaan transisi energi bersih di negara berkembang. BRICS menyerukan komitmen nyata terhadap dana iklim global dan mengkritik lambannya realisasi janji pendanaan sebesar USD 100 miliar per tahun yang telah dijanjikan negara-negara G7.

Kepentingan geopolitik juga mengemuka. Dalam konteks konflik Ukraina dan Palestina, BRICS menegaskan dukungan terhadap penyelesaian damai dan menolak penggunaan kekuatan militer unilateral. Mereka juga meminta reformasi terhadap Dewan Keamanan PBB agar lebih representatif terhadap suara Global South.

Di luar sidang resmi, diskusi antarmenteri membahas peluang memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan antaranggota, serta memperkuat Bank Pembangunan BRICS (NDB) sebagai alternatif dari lembaga keuangan Barat seperti IMF dan Bank Dunia.

Meskipun ketidakhadiran Putin dan Xi menuai berbagai spekulasi, sejumlah analis menyebut bahwa absensi mereka tidak mengurangi pentingnya pertemuan ini, namun menjadi sinyal adanya dinamika internal di dalam kelompok BRICS yang semakin kompleks.

BRICS 2025 menjadi ajang penting menjelang pertemuan G20 yang akan digelar akhir tahun di India. Banyak pihak menantikan apakah suara-suara dari Global South dalam KTT ini akan menggema di forum internasional lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *