GEMASUMATRA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025, dengan sejumlah saham unggulan menjadi pilihan analis untuk para investor harian.
Pada penutupan perdagangan Kamis (28/8), IHSG tercatat menguat tipis sebesar 0,2% ke level 7.952,08. Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan jual asing yang cukup besar, dengan net sell mencapai Rp 294 miliar. Saham yang paling banyak dilepas asing antara lain WIFI, BMRI, AMMN, ADRO, dan BREN.
Meski terjadi aksi jual, analis menilai pasar masih menyimpan peluang investasi. Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran support 7.830–7.900 dan resistance 8.000–8.050. “Koreksi yang terjadi masih tergolong wajar. Investor perlu mencermati saham berfundamental baik yang berpotensi rebound,” ujarnya dalam riset yang diterima media, Jumat (29/8).
BNI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk perdagangan hari ini, di antaranya BBYB (Bank Neo Commerce) dengan buy zone di Rp 350–354, target jual di Rp 360–366, serta stop loss di bawah Rp 346. Saham lain yang masuk daftar pantauan adalah ATLA, yang dinilai masih memiliki ruang kenaikan dalam jangka pendek.
Sementara itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti saham berbasis energi dan konsumsi. Beberapa nama yang direkomendasikan antara lain PGEO (Pertamina Geothermal Energy), SIDO (Sido Muncul), serta BBNI (Bank Negara Indonesia). Selain itu, saham INCO, PNLF, dan WIRG juga menjadi incaran berkat prospek bisnis yang dinilai solid.
Pergerakan IHSG yang menembus rekor baru pada pekan lalu masih menunjukkan sentimen positif, meski investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi. Saham sektor perbankan dan energi diprediksi tetap menjadi motor penggerak indeks di tengah dinamika global, termasuk menanti arah kebijakan suku bunga The Fed di Amerika Serikat.
Bagi investor ritel, peluang hari ini lebih condong pada strategi trading jangka pendek. Saham seperti BBYB dan PGEO dipandang mampu memberikan potensi keuntungan jika dikombinasikan dengan pengelolaan risiko yang disiplin.






