[MEDAN/PEKANBARU], Rabu, 22 Oktober 2025, WIB — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan 81 siswa SMPN 1 Laguboti, Toba, yang diduga keracunan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah sehat. Di Riau, pemerintah provinsi memperkuat pengawasan dapur MBG dan membentuk Satgas, sembari meminta keluhan disalurkan langsung ke penyelenggara untuk perbaikan kualitas layanan.
Pemprov Sumut sebelumnya menurunkan tim dan mengirim sampel makanan ke BBPOM Medan untuk pengujian. Di Riau, evaluasi menyoroti standar proses masak, ketersediaan alat uji cepat bahan segar, serta manajemen distribusi. Kebijakan ini sejalan dengan rencana Perpres tata kelola MBG yang disebut segera diteken pemerintah pusat.
Bobby Nasution, Gubernur Sumut — ‘Untuk di Toba, semua siswa sudah keluar dari rumah sakit dan sehat. Tim kami bergerak cepat menangani kasus ini.’ Abdul Wahid, Gubernur Riau juga menambahkan, ‘keluhan boleh disampaikan, tetapi serahkan ke penyelenggara/dapur untuk ditindaklanjuti—bukan diviralkan—agar perbaikan bisa lebih cepat.’
Bagi warga Sumatra, dua langkah ini penting untuk mengembalikan kepercayaan orang tua dan memastikan keamanan pangan di sekolah. Riau menyiapkan Satgas MBG lintas kabupaten/kota, sementara Sumut memprioritaskan audit higienitas dapur dan rantai pasok di sekolah terdampak.
Secara nasional, pemerintah menegaskan penguatan pengawasan MBG: penutupan dapur yang tak memenuhi standar, penambahan alat uji cepat, hingga pemasangan CCTV di dapur. Data pemerintah pusat menyebut insiden adalah porsi amat kecil dari total porsi yang disajikan, namun tetap memerlukan pembenahan menyeluruh.
Langkah lanjut di daerah meliputi pelatihan keamanan pangan bagi pengelola dapur sekolah, inspeksi berkala oleh dinas kesehatan, serta kanal aduan terstruktur di satuan pendidikan. Orang tua diminta segera melapor ke sekolah/dinas saat ada keluhan terkait menu.






