[PALEMBANG, SUMATERA SELATAN], Minggu, 9 November 2025, 15.20 WIB — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan menengah (100–300 mm) hingga tinggi (301–500 mm) di Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang November 2025. Seiring tren basah ini, BPBD Sumsel memetakan 11 daerah rawan bencana hidrometeorologi—banjir, longsor, dan angin kencang—serta mengimbau peningkatan kesiapsiagaan hingga akhir bulan.
Dalam publikasi iklim bulanan, BMKG menyebut sebagian besar wilayah Sumsel berada pada kategori hujan menengah, sementara zona tinggi meliputi antara lain Banyuasin, Kota Palembang, OKU, sebagian Ogan Ilir/OKI, Muara Enim, OKU Timur/OKU Selatan, Pagar Alam, dan Lahat sisi barat daya.
Sifat hujan berkisar normal hingga atas normal di beberapa klaster timur–selatan, menandakan peluang hujan lebat lebih sering pada periode siang–malam.
Di lapangan, BPBD Sumsel menetapkan 11 wilayah prioritas pengawasan yakni OKU, OKU Selatan, Empat Lawang, Muara Enim, Lahat, Ogan Ilir, OKI, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Kota Prabumulih, dan Banyuasin.
Daerah bantaran sungai besar—terutama aliran Musi dan anak sungainya—mempunyai potensi genangan saat puncak hujan, sementara kawasan bukit seperti Lahat–Pagar Alam–Empat Lawang memiliki kerentanan longsor ketika intensitas hujan tinggi terjadi berurutan.
“Seluruh daerah di Sumsel sebenarnya rawan terhadap bencana hidrometeorologi. Namun, 11 daerah di antaranya masuk kategori paling rawan dan selalu terjadi hampir setiap tahun,” ujar Sudirman, Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel. Pernyataan ini sejalan dengan peningkatan frekuensi hujan pada awal November yang dikaji otoritas setempat.
Dampak bagi warga dan pelaku usaha: potensi banjir permukiman di titik rawan drainase kota Palembang–Banyuasin–Prabumulih, perlambatan distribusi logistik pada koridor Musi saat debit naik, serta risiko longsor menutup akses jalan di Lahat–Pagar Alam–Empat Lawang.
UMKM di pasar tradisional disarankan menata stok di rak lebih tinggi dan memastikan instalasi listrik aman dari rembesan.
Sebagai latar, prospek cuaca mingguan nasional menandai penguatan pembentukan awan hujan pada 7–13 November. Untuk Sumsel, prakiraan harian menunjukkan hujan sering terjadi malam–dini hari di banyak kabupaten/kota.
Pada dasarian (10 harian) pertengahan bulan, akumulasi hujan wilayah ini umumnya berada pada rentang menengah, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi hujan lebat sesaat.






