Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Korban Banjir Pidie Jaya Naik, 20 Warga Meninggal

Subdistrict Meureudu dan Meurah Dua catat korban terbanyak, ribuan warga masih bertahan di posko pengungsian.

Banjir Pidie Jaya 20 meninggal
Banjir Pidie Jaya 20 meninggal

MEUREUDU, ACEH, Selasa, 2 Desember 2025, 09.30 WIB — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memperbarui data korban banjir bandang yang melanda delapan kecamatan. Hingga Senin (1/12/2025) pagi, tercatat 20 warga meninggal dunia, 18 orang masih hilang, ratusan luka-luka, dan puluhan ribu lainnya mengungsi di berbagai titik penampungan.

Data Pemkab Pidie Jaya menyebut sebaran korban meninggal masing-masing berada di Meureudu (4 orang), Meurah Dua (4 orang), Panteraja (1 orang), Ulim (5 orang), Jangka Buya (3 orang), dan Bandar Dua (3 orang). Sementara korban hilang tercatat 4 orang di Meureudu, 6 di Meurah Dua, 1 di Panteraja, 2 di Ulim, 3 di Jangka Buya, dan 2 di Bandar Dua. Total pengungsi dilaporkan mendekati 100 ribu jiwa, tersebar di puluhan posko darurat.

Kabag Prokopim Setdakab Pidie Jaya, M. Rieza Andika, menjelaskan angka korban masih bisa berubah seiring proses pencarian yang terus dilakukan. “Update terkini per 1 Desember 2025, korban meninggal 20 orang dan 18 lainnya masih dinyatakan hilang. Tim gabungan masih menelusuri desa-desa yang sebelumnya terisolasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Gempa M4,2 Guncang Tenggara Sinabang, Aceh, Pagi Buta

Ribuan warga yang mengungsi sebagian besar kehilangan tempat tinggal atau tidak dapat kembali karena rumah tertimbun lumpur dan kayu gelondongan. Banyak pengungsi bergantung pada dapur umum yang dikelola pemkab, relawan, dan lembaga kemanusiaan. Bagi warga Pidie Jaya, kondisi ini bukan hanya soal tempat tinggal sementara, tetapi juga pemulihan mata pencaharian, terutama bagi petani dan pedagang kecil.

Baca Juga:  Kejutan dan Inovasi: Berita Terbaru di Aceh yang Menginspirasi

Banjir bandang di Pidie Jaya dipicu hujan deras berjam-jam dan luapan Sungai Meureudu. Di beberapa lokasi, tumpukan kayu besar yang terseret banjir juga merusak rumah dan fasilitas umum. Di tengah proses evakuasi, petugas dan warga juga menemukan seekor gajah sumatra mati tertimbun kayu di kawasan Meunasah Lhok, menambah gambaran dampak kerusakan lingkungan di daerah hulu.

Baca Juga:  MTQ Aceh ke-37 Resmi Dibuka, Estafet Piala Diserahkan di Pidie Jaya

Dalam tahap berikutnya, Pemkab Pidie Jaya tengah menginventarisasi kebutuhan rekonstruksi rumah warga, perbaikan jalan desa, serta fasilitas pendidikan yang rusak. Warga diimbau tetap mengikuti arahan tim di lapangan, tidak kembali ke rumah yang berada di lereng atau bantaran sungai sebelum dinyatakan aman, dan memanfaatkan posko kesehatan untuk memeriksakan kondisi, terutama balita, lansia, dan ibu hamil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *