BANDA ACEH, Minggu, 14 Desember 2025, 09.30 WIB — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh menyiapkan opsi kelas darurat agar siswa madrasah tetap belajar di tengah dampak banjir yang merusak sebagian fasilitas pendidikan dan layanan keagamaan. Pendataan kerusakan dan pengusulan pemulihan ke pusat berjalan bertahap.
Langkah kelas darurat ditempuh setelah laporan kerusakan madrasah dan fasilitas Kantor Urusan Agama (KUA) muncul dari sejumlah kabupaten/kota terdampak. Kemenag menyebut pemulihan layanan pendidikan dan keagamaan diprioritaskan agar aktivitas warga kembali berjalan, sembari tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi lokasi.
Dalam pembaruan data yang dikutip media, jumlah madrasah terdampak dan tingkat kerusakannya masih terus dihimpun. Rincian angka kerusakan fasilitas pada level provinsi akan dipublikasikan setelah rekap lintas kabupaten/kota rampung. Data angka terkini terkait total madrasah/KUA terdampak masih [Menunggu verifikasi] karena belum ada rilis rekap resmi yang dapat diakses publik pada hari ini.
“Kita mengimbau… memanfaatkan fasilitas umum di meunasah atau memasang tenda. Yang penting anak-anak bisa belajar kembali,” ujar Azhari, Kepala Kanwil Kemenag Aceh.
Bagi warga, keberlanjutan belajar mengajar menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi keluarga yang masih berupaya pulih pascakejadian. Skema kelas darurat di lokasi alternatif diharapkan mengurangi waktu belajar yang hilang, sekaligus menunggu pembersihan lumpur, perbaikan ruang kelas, dan pemenuhan sarana dasar seperti listrik serta air bersih.
Kemenag juga menyiapkan mekanisme pelaporan kerusakan hingga pengusulan bantuan pemulihan kepada Kemenag RI. Untuk kasus kerusakan berat—termasuk bangunan yang hilang terseret arus—proses pembangunan kembali diperkirakan memerlukan waktu lebih panjang karena harus memastikan kesiapan lahan dan aspek keamanan.
Ke depan, Kemenag Aceh meminta satuan kerja di daerah mempercepat pendataan dan memastikan informasi lapangan tersampaikan ke posko koordinasi. Warga diminta mengikuti arahan petugas setempat, serta memprioritaskan keselamatan saat beraktivitas di area yang masih rawan banjir susulan.






