[ACEH BESAR], Rabu, 7 Januari 2026, WIB — Banjir genangan merendam permukiman warga di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, dengan total 81 rumah terdampak. Pada waktu berdekatan, longsor di Gle Taron sempat menutup ruas Mata Ie–Lhoknga, sehingga aktivitas warga dan akses menuju kawasan wisata terganggu.
BPBD Aceh Besar melaporkan banjir terjadi di Komplek Villa Buana dan Gampong Lam Bheu, Darul Imarah, dipicu hujan berintensitas tinggi. Dampak utama dirasakan warga sekitar permukiman karena genangan masuk ke lingkungan perumahan.
Data BPBD menyebut banjir berdampak pada 81 kepala keluarga (KK) atau 336 jiwa. Selain itu, longsor tebing di kawasan Gle Taron menutup badan jalan lintas Mata Ie–Lhoknga sehingga mobilitas sempat tersendat. Status pembukaan akses pascalongsor masih [Menunggu verifikasi].
Pusdalops BPBD Aceh Besar, Iqbal, menyampaikan kondisi terkini genangan mulai membaik. “Genangan air di wilayah terdampak telah surut. Saat ini cuaca terpantau cerah berawan dan tidak ada hujan,” ujarnya.
Bagi warga Darul Imarah, banjir genangan biasanya berdampak pada akses keluar-masuk perumahan, aktivitas sekolah, serta layanan harian seperti belanja dan kerja. Pengendara yang melintasi jalur Mata Ie–Lhoknga juga diimbau mengantisipasi material sisa longsor dan potensi licin pada badan jalan.
Sejumlah wilayah Aceh Besar termasuk langganan genangan saat hujan berdurasi panjang, terutama di permukiman yang dekat aliran air dan titik drainase yang belum optimal. Pada musim hujan, potensi longsor meningkat di kawasan lereng dan ruas jalan yang beririsan tebing.
BPBD mengimbau warga tetap memantau cuaca, membersihkan saluran air di sekitar rumah, dan menghindari aktivitas di titik rawan longsor ketika hujan turun. Warga diminta segera melapor ke aparat gampong atau petugas setempat bila melihat retakan tanah/tebing atau genangan naik cepat.






