Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Kebakaran Hutan di Lingga Hanguskan lebih dari 1 Hektare

Api sempat mendekati permukiman, warga padamkan manual

Ilustrasi kebakaran hutan Lingga (cottonbro studio)
Ilustrasi kebakaran hutan Lingga (cottonbro studio)

[LINGGA], Rabu, 21 Januari 2026, 11.30 WIB — Kebakaran hutan terjadi di Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, pada Selasa (20/1). Api dilaporkan menghanguskan lebih dari satu hektare dan sempat mendekati permukiman warga, sementara pemadaman terkendala akses dan keterbatasan armada.

Warga menyebut kebakaran mulai terlihat sejak Senin (19/1) malam, sempat padam, lalu kembali menyala ketika cuaca terik disertai angin kencang. Kondisi itu membuat api cepat menjalar di kawasan hutan desa dan meningkatkan kekhawatiran warga karena arah sebaran mendekati area rumah.

Laporan lapangan menyebut luasan terbakar “lebih dari satu hektare”. Warga melakukan pemadaman manual menggunakan alat seadanya sambil menunggu bantuan. Jarak tempuh ke lokasi disebut lebih dari satu jam, dengan kondisi jalan yang rusak, sehingga respons peralatan pemadam berisiko terlambat bila tidak didukung akses memadai.

Baca Juga:  Gubernur Sumatera Utara Tetapkan Enam Kabupaten Siaga Darurat Karhutla

Ikmal Hakim, Komandan Pleton Damkar Lingga Unit Dabo Singkep, “Kendaraan pemadam yang tersedia hanya satu unit dan kondisinya sudah cukup tua. Akses jalan ke lokasi juga rusak dan jarak tempuh lebih dari satu jam.”

Dampak bagi warga tidak hanya ancaman langsung ke rumah, tetapi juga risiko asap dan gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak dan lansia, bila kebakaran meluas. Warga yang beraktivitas di kebun/hutan sekitar lokasi juga berpotensi terdampak pembatasan akses sementara dan meningkatnya risiko kebakaran titik lain ketika angin kencang.

Baca Juga:  Riau–Kepri: Harga BBM 1 Oktober, Pertamax Rp 12.800

Hingga laporan terakhir, penyebab kebakaran disebut belum diketahui. Situasi ini menegaskan pentingnya langkah pencegahan karhutla di tingkat desa—mulai dari pengawasan titik rawan, kesiapsiagaan peralatan pemadaman awal, hingga edukasi larangan pembakaran terbuka saat cuaca panas dan berangin.

Pemerintah desa dan warga diimbau mengutamakan keselamatan, tidak memaksakan pemadaman tanpa perlindungan dasar, serta segera melapor jika api bergeser mendekati permukiman. Warga juga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api (pembakaran sampah/lahan) dan memantau informasi cuaca, terutama saat angin kencang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *