PADANG PARIAMAN, Minggu, 25 Januari 2026, 04.46 WIB — Pembangunan hunian sementara (huntara) yang dikerjakan untuk penyintas bencana di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, ditargetkan siap untuk diserahterimakan pada akhir Januari. Pemerintah daerah menyatakan kesiapan agenda peresmian, sementara penambahan fasilitas dan kelengkapan huni menjadi fokus tahap akhir.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI menyampaikan target seluruh huntara yang dikerjakan bagi penyintas banjir Sumatera dapat diserahterimakan 25 Januari 2026. Di Batang Anai, pembangunan dipacu agar fisik rampung lebih dulu sebelum pengisian furnitur. Salah satu penyesuaian yang disebut turut diperhatikan adalah aspek kenyamanan bangunan, seperti perbaikan spesifikasi ketinggian atap dan pemasangan plafon agar ruangan tidak panas.
“Target utamanya seluruh unit sudah siap untuk diserahterimakan kepada masyarakat secara resmi pada 25 Januari 2026,” kata Andre Rosiade (Wakil Ketua Komisi VI DPR RI) saat peninjauan di Padang Pariaman.
Dari sisi pengelola, Danantara menyatakan kelayakan huntara menjadi perhatian. Unit huntara dipastikan dibangun dengan konsep layak huni meski bersifat sementara. Danantara juga menyebut percepatan pembangunan didukung oleh keterlibatan sejumlah BUMN dan kontraktor, termasuk untuk mengejar unit tambahan sesuai kebutuhan pemangku kepentingan di daerah.
“Danantara Indonesia membangun huntara ini dengan konsep yang layak walaupun sementara bagi masyarakat terdampak bencana,” ujar Rohan Hafas (Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara).
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, melalui kanal resminya, menyampaikan bahwa persiapan peresmian huntara pada prinsipnya telah rampung. Dalam rapat persiapan yang melibatkan BNPB, Pemkab menyebut pembangunan huntara di Padang Pariaman pada dasarnya selesai, dan salah satu tahap akhir yang dikejar adalah penyelesaian kelistrikan di lokasi.
“Untuk Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan Huntara pada dasarnya sudah selesai. Saat ini hanya tinggal penyelesaian pemasangan listrik PLN…,” dikutip dari pernyataan Bupati Padang Pariaman dalam rapat persiapan.
Di Padang Pariaman, huntara disebut dibangun di dua titik: Asam Pulau (34 unit) dan Batang Anai (40 unit). Peresmian dipusatkan di Kabupaten Agam dan dilaksanakan secara hybrid melalui videotron di lokasi lain termasuk Padang Pariaman. BNPB menekankan kesiapan air bersih, MCK, kelistrikan, dan kelengkapan isi ruangan agar warga dapat langsung menempati dengan aman dan nyaman.
Dampak paling dirasakan warga adalah kepastian keluar dari pengungsian menuju hunian yang lebih layak, terutama bagi keluarga dengan anak kecil, lansia, dan kelompok rentan. Selain hunian, fasilitas pendukung seperti sanitasi, dapur umum, dan area cuci-jemur ikut menentukan kualitas hidup penyintas selama masa transisi.
Langkah berikutnya yang ditunggu warga meliputi serah terima unit, penetapan daftar penerima (berdasarkan verifikasi), serta mekanisme pengelolaan fasilitas bersama di kawasan huntara. Warga diimbau mengikuti pengumuman resmi pemerintah nagari/kelurahan serta posko setempat terkait jadwal penempatan dan aturan hunian.






