[MEULABOH/ACEH BARAT], Selasa, 27 Januari 2026, 12.10 WIB — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat dilaporkan mencapai total 19 hektare di sejumlah gampong. Petugas gabungan melanjutkan pemadaman dan pemantauan karena masih ada titik yang berpotensi menjalar, terutama saat angin menguat dan sumber air terbatas.
Sejumlah lokasi karhutla berada di wilayah Kecamatan Johan Pahlawan dan sekitarnya. Pemerintah daerah melalui BPBD menyatakan sebagian besar titik api sudah dapat dikendalikan, namun beberapa area masih membutuhkan pemadaman lanjutan agar tidak merembet ke permukiman warga maupun badan jalan.
Dari laporan lapangan, titik yang telah ditangani mencakup Desa Suak Raya 5 hektare, Ujong Beurasok 4 hektare, Suak Nie 3 hektare, serta sekitar 1 hektare di Gampong Alue Peunyareng (Kecamatan Meureubo). Sementara akumulasi luas lahan terbakar di Aceh Barat dilaporkan 19 hektare, dengan rincian terbesar antara lain Suak Raya 7,5 hektare, Ujong Beurasok 4,5 hektare, dan Suak Nie 3 hektare, ditambah beberapa gampong lain.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, menyampaikan, “Sebagian besar titik api sudah berhasil dikendalikan, namun beberapa lokasi masih dalam tahap pengendalian.” Ia menambahkan, fokus petugas adalah memutus penjalaran api yang berpotensi mengarah ke permukiman dan jalan raya.
Dampak bagi warga terasa pada aktivitas harian di sekitar area terdampak, terutama mobilitas dan kesehatan kelompok rentan bila asap muncul kembali. Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruang saat kualitas udara menurun, menyiapkan masker, serta melapor cepat bila melihat api atau asap dari lahan kosong dan semak kering.
Pemerintah pusat juga menyoroti peningkatan kerawanan karhutla di sejumlah provinsi Sumatra. Kementerian Kehutanan mengerahkan tim Manggala Agni untuk membantu pemadaman dan penguatan patroli pencegahan, termasuk berkoordinasi dengan BPBD serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) setempat di Aceh Barat.
Langkah lanjut yang disiapkan meliputi pemantauan hotspot, patroli pencegahan, dan penguatan sumber air pemadaman. Warga diminta tidak membuka lahan dengan membakar, menjaga kanal/parit agar akses air lebih mudah, dan segera menghubungi aparat desa/BPBD bila menemukan titik api baru.






