[KAB. ACEH TAMIANG], Selasa, 3 Februari 2026, 10.41 WIB — Pemerintah Kabupaten Kabupaten Aceh Tamiang memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga hari ini, 3 Februari 2026. Perpanjangan ini ditujukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga terdampak sekaligus memudahkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Perpanjangan status tanggap darurat berlaku untuk penanganan bencana hidrometeorologi—termasuk banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor—yang masih berdampak pada aktivitas harian warga dan layanan dasar. Dalam masa tanggap darurat, pemerintah daerah umumnya memiliki ruang gerak lebih cepat untuk pengadaan barang/jasa darurat, pembukaan akses, serta penguatan posko dan logistik.
Berdasarkan keterangan yang beredar di tingkat daerah, masa perpanjangan disebut berlangsung 14 hari terhitung 21 Januari 2026 sampai 3 Februari 2026. Pemerintah daerah juga menyiapkan mekanisme evaluasi lapangan untuk menentukan kebutuhan lanjutan—apakah status berakhir dan masuk fase pemulihan, atau kembali diperpanjang bila kondisi belum stabil.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan perpanjangan masa tanggap darurat ditujukan untuk mempercepat tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama terkait pengadaan kebutuhan penanganan bencana. “Perpanjangan … demi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya dalam pernyataan yang dipublikasikan media.
Bagi warga, status tanggap darurat berpengaruh pada kecepatan distribusi bantuan, pemulihan akses transportasi, serta perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan yang sempat terganggu. Sejumlah keluarga masih membutuhkan kepastian ketersediaan kebutuhan dasar, termasuk air bersih, layanan kesehatan keliling, dan dukungan perbaikan rumah yang rusak sedang hingga berat.
Di sisi lain, BNPB menyatakan terus memperkuat koordinasi dukungan lintas sektor di Aceh Tamiang, termasuk sinkronisasi bantuan dan pemantauan lapangan agar tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan searah dengan kebutuhan prioritas warga. Koordinasi ini penting untuk memastikan bantuan tidak menumpuk di satu titik, serta mempercepat penanganan pada lokasi yang aksesnya masih terbatas.
Langkah berikutnya, pemerintah kabupaten diharapkan mengumumkan hasil evaluasi hari ini: status berakhir atau diperpanjang. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari posko/instansi setempat, mengutamakan keselamatan saat hujan lebat, dan melaporkan kondisi darurat (jalan terputus, tanggul jebol, atau kebutuhan evakuasi) melalui kanal layanan kebencanaan daerah setempat.






