[ACEH UTARA], Kamis, 5 Februari 2026, 20.30 WIB — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyatakan lima korban banjir besar 26 November 2025 masih dinyatakan hilang hingga hari ini. Tim gabungan TNI, Polri, relawan, dan unsur terkait melanjutkan upaya pencarian, sembari memperbarui data dampak dan kebutuhan warga terdampak.
Operasi pencarian korban yang belum ditemukan kembali ditegaskan masih berlangsung, meski kejadian utama banjir besar terjadi pada akhir November 2025. Pemerintah daerah menyebut upaya pencarian dilakukan bersama tim gabungan di lapangan, menyesuaikan kondisi cuaca serta akses ke titik-titik pencarian.
Data dampak yang disampaikan pemerintah daerah mencatat korban meninggal 246 orang dan korban luka 2.127 orang. Pemerintah juga mencatat kelompok rentan terdampak mencakup 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, serta 513 penyandang disabilitas. Selain itu, masih ada puluhan ribu warga yang bertahan di tenda pengungsian, dengan kerusakan rumah dalam kategori berat, sedang, hingga ringan, serta kerusakan lahan pertanian dan tambak.
Muntasir, Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, menyatakan operasi pencarian pascabanjir masih terus berjalan bersama unsur gabungan. “Pascabanjir, masih ada lima korban belum ditemukan,” ujarnya dalam keterangan pada Kamis (5/2/2026).
Bagi warga, kelanjutan pencarian ini beririsan dengan pemulihan layanan dasar—terutama akses hunian sementara, layanan kesehatan, pemenuhan air bersih, serta pemulihan mata pencaharian yang terdampak banjir. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pembaruan data untuk memastikan bantuan tepat sasaran, termasuk bagi kelompok rentan.
Banjir besar di Aceh Utara pada 26 November 2025 disebut menimbulkan dampak luas pada permukiman, fasilitas umum, dan sektor pertanian. Dalam pendataan terdahulu, pemerintah juga mencatat dampak pada satuan pendidikan, termasuk korban dari unsur sekolah. Data rinci kerusakan dan kebutuhan pemulihan masih terus diperbarui sesuai verifikasi lapangan.
Langkah berikutnya, pemerintah daerah mengimbau warga terdampak untuk mengikuti arahan posko dan aparat setempat, serta melapor bila memiliki informasi yang dapat membantu pencarian. Warga juga diminta mewaspadai potensi cuaca yang dapat menghambat akses tim di lapangan, terutama di area rawan genangan dan bantaran sungai.






