JAKARTA, Jumat, 10 April 2026, 07.20 WIB — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pemerintah tetap menjaga harga BBM subsidi agar terjangkau masyarakat, di tengah usulan kenaikan harga energi dan kekhawatiran efek berantai pada kebutuhan pokok serta biaya transportasi.
Gibran menyebut usulan kenaikan harga BBM tidak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah, kata dia, memilih jalur efisiensi dan refocusing anggaran agar tekanan biaya tidak langsung dipindahkan ke rumah tangga berpendapatan rendah.
Dalam pernyataannya, Gibran menekankan prioritas utama pemerintah ialah mencegah lonjakan harga pangan, ongkos angkut, dan beban hidup warga kecil. Ia menyebut langkah menjaga BBM subsidi tetap terjangkau sebagai bagian dari perlindungan sosial ekonomi. Kutipan kunci Gibran: “tidak sejalan dengan arahan Presiden.”
Bagi Sumatra, sinyal ini penting karena banyak wilayah masih bergantung pada distribusi darat dan laut jarak menengah hingga jauh. Kenaikan BBM cepat memengaruhi biaya angkutan hasil tani, ongkos nelayan, tarif angkot, dan harga sembako di pasar tradisional.
Pemerintah juga sudah memberi sinyal fiskal bahwa harga BBM subsidi dijaga setidaknya hingga akhir tahun dengan asumsi harga minyak tertentu. Bersamaan dengan itu, pemerintah tetap mendorong transisi kendaraan listrik dan energi terbarukan sebagai strategi jangka menengah.
Agenda berikutnya adalah menjaga distribusi tepat sasaran dan mengawasi penyalahgunaan BBM subsidi di daerah. Warga diimbau mencermati pengumuman resmi pemerintah dan tidak terpancing isu yang belum terverifikasi di tengah fluktuasi harga energi global.






