Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Aceh Barat lanjut pasar murah jelang Lebaran

Program ditegaskan berlanjut untuk menahan tekanan harga pangan

Pasar murah Aceh Barat (Pemkab Aceh Barat)
Pasar murah Aceh Barat (Pemkab Aceh Barat)

ACEH BARAT, Senin, 23 Maret 2026, 06.44 WIB — Pemerintah Aceh melanjutkan operasi pasar murah di Aceh Barat sebagai bagian dari program tanggap inflasi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini difokuskan untuk menjaga daya beli warga, menahan kenaikan harga bahan pokok, dan memperlancar akses pangan murah di wilayah yang sempat terdampak gangguan distribusi.

Pasar murah di Aceh Barat menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian karena pemerintah menilai gangguan konektivitas sebelumnya ikut menekan pasokan dan harga kebutuhan pokok. Dalam skema yang dijalankan Pemerintah Aceh, Aceh Barat masuk wilayah prioritas penanganan bersama sejumlah kabupaten/kota lain yang ikut merasakan tekanan harga pada komoditas utama rumah tangga.

Pemerintah Aceh sebelumnya menyebut operasi pasar tanggap inflasi digelar di 15 titik pada lima kabupaten/kota pengukur indeks harga konsumen, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Aceh Barat. Dalam skema yang lebih luas, program pasar murah disebut dijalankan di 23 kabupaten/kota di Aceh, dengan frekuensi lebih banyak pada daerah terdampak bencana. Bagi warga, pola ini penting karena harga beras, minyak goreng, telur, dan kebutuhan dapur menjadi komponen yang paling cepat memukul belanja rumah tangga saat pasokan terganggu.

Baca Juga:  Menjadi Tuan Rumah yang Peduli Aceh Barat Merespons Krisis Pengungsi Rohingya

T Adi Darma, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, menegaskan pemerintah ingin hadir langsung di tengah tekanan harga. “Operasi pasar ini adalah upaya pemerintah hadir langsung meringankan beban masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa meski inflasi Aceh mencapai 6,94 persen pascabencana, stok pangan aman dan harganya tetap stabil,” ujarnya.

Bagi warga Aceh Barat, pasar murah bukan sekadar agenda seremonial. Selisih harga beberapa komoditas pokok, walau tampak kecil di tingkat satuan, dapat berarti besar bagi keluarga berpenghasilan harian, pedagang kecil, hingga pelaku usaha makanan rumahan. Dengan harga yang lebih terjangkau dari pasar umum, warga mendapat ruang untuk menata ulang belanja menjelang Lebaran, sementara UMKM kuliner dapat menekan biaya bahan baku.

Baca Juga:  ASN Pemkab Aceh Barat Ditahan atas Korupsi Pajak Rp523 Juta

Dari sisi kebijakan, langkah ini juga menjadi penyangga agar lonjakan harga tidak meluas ke daerah lain. Pemerintah Aceh menilai masalah inflasi kali ini tidak berdiri sendiri, melainkan terkait distribusi dan konektivitas pascabencana. Karena itu, operasi pasar disiapkan bukan hanya untuk Ramadan, melainkan disebut akan diteruskan sepanjang tahun agar efek pengendalian harga lebih terukur.

Baca Juga:  Banjir Aceh Barat: 1 Remaja Meninggal, BPBD Pantau Sungai

Agenda berikutnya yang perlu dicermati warga adalah lokasi dan jadwal pasar murah lanjutan di kabupaten/kota masing-masing. Warga disarankan datang lebih awal, membawa identitas bila diminta panitia, dan memeriksa komoditas prioritas yang paling dibutuhkan rumah tangga agar manfaat belanja murah lebih optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *