ACEH BESAR, Jumat, 20 Maret 2026, 08.30 WIB — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyalurkan sekitar 7,8 ton daging sapi bantuan Presiden kepada 905 kepala keluarga korban banjir di 49 gampong, jelang Idulfitri 1447 Hijriah. Penyaluran difokuskan agar warga terdampak tetap bisa menjalani tradisi meugang di tengah masa pemulihan.
Penyaluran dilakukan setelah proses pemotongan sapi di Rumah Pemotongan Hewan Lambaro, Gampong Lubok Batee, Kecamatan Ingin Jaya. Pemkab Aceh Besar menyebut bantuan itu diarahkan khusus bagi keluarga yang sebelumnya terdampak banjir di sejumlah wilayah kabupaten tersebut.
Dari data pemerintah daerah, penerima tersebar di 49 gampong pada 10 kecamatan, yakni Indrapuri, Seulimeum, Darul Kamal, Blang Bintang, Ingin Jaya, Peukan Bada, Kuta Baro, Darul Imarah, Kuta Malaka, dan Krueng Barona Jaya. Skema distribusi melibatkan camat agar penyaluran lebih cepat dan merata hingga ke desa penerima.
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, mengatakan, “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi meugang untuk masyarakat terdampak banjir di wilayah Aceh Besar.”
Bagi warga, bantuan ini bukan sekadar tambahan bahan pangan menjelang Lebaran. Di Aceh, meugang memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat karena berkaitan dengan kebersamaan keluarga menjelang hari besar. Karena itu, distribusi daging bagi korban banjir dipandang penting untuk menjaga daya beli sekaligus memulihkan suasana psikologis masyarakat yang masih terdampak bencana.
Kalaksa BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, menegaskan penyaluran dibantu para camat agar distribusi tidak menumpuk di satu titik. Pendekatan ini juga dipakai untuk memastikan keluarga terdampak di wilayah yang tersebar tetap menerima bagian sesuai pendataan terbaru pemerintah daerah.
Secara lokal, langkah ini menambah bantalan sosial bagi warga yang sebelumnya harus memulihkan rumah, kebutuhan pokok, dan aktivitas ekonomi pascabanjir. Bantuan daging memang tidak menyelesaikan seluruh kebutuhan pemulihan, tetapi memberi efek langsung bagi konsumsi rumah tangga pada momentum yang sangat penting bagi masyarakat Aceh.
Ke depan, pemerintah daerah masih perlu memastikan bantuan darurat lain, perbaikan layanan dasar, dan pendataan lanjutan korban bencana berjalan serempak. Warga diimbau mengambil bantuan melalui aparatur gampong atau kecamatan masing-masing agar distribusi tertib dan tidak menimbulkan penumpukan.






