Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Aceh Tengah Dilanda Banjir Bandang, Dua Jembatan Darurat Ambruk

Substruktur akses warga kembali terganggu setelah hujan deras

Aceh Tengah banjir bandang (Pemerintah Aceh)
Aceh Tengah banjir bandang (Pemerintah Aceh)

ACEH TENGAH, Minggu, 12 April 2026, 08.10 WIB — Banjir bandang kembali menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah setelah hujan deras, menyebabkan dua jembatan darurat ambruk dan sedikitnya lima desa kembali terdampak isolasi. Kondisi ini memukul mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, dan akses layanan dasar di kawasan terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh melaporkan dua jembatan darurat yang ambruk berada di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, dan Desa Terang Engon, Kecamatan Silih Nara. Dampaknya, empat desa di Kecamatan Ketol kembali terisolasi, sementara satu desa di Silih Nara ikut terdampak karena jalan dan jembatan miring terbawa arus banjir bandang.

Kepala BPBA Bahron Bakti menyatakan hujan deras sejak sore memicu banjir bandang susulan di Aceh Tengah. Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa maupun pengungsi baru, tetapi BPBD Aceh Tengah sudah mengerahkan dua unit alat berat dan petugas TRC PB untuk penanganan awal serta antisipasi dampak lanjutan.

Baca Juga:  Kementerian PU Tangani 5 Jembatan Darurat di Aceh Tengah dkk

Bagi warga, persoalan utama bukan hanya genangan air, melainkan putusnya konektivitas yang berulang. Wilayah yang sempat pulih dari bencana hidrometeorologi akhir November 2025 kini kembali menghadapi hambatan distribusi hasil pertanian, akses sekolah, dan perjalanan antarpermukiman. Dalam konteks daerah pegunungan seperti Aceh Tengah, gangguan jembatan darurat berarti waktu tempuh bertambah dan biaya logistik ikut naik.

Baca Juga:  Aceh Tengah Tutup Jalan Alternatif Imbas Lubang Raksasa

Konteks ini penting karena pemulihan pascabencana di Aceh masih berjalan. Pemerintah Aceh melalui Satgas PRR sebelumnya mencatat kemajuan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak, termasuk pembersihan lumpur dan pembukaan konektivitas di sejumlah titik. Namun, kejadian banjir berulang di Aceh Tengah menunjukkan bahwa kerentanan infrastruktur darurat masih tinggi ketika curah hujan kembali meningkat.

Baca Juga:  Aceh Tengah Banjir Lagi, Dua Jembatan Ambruk

Langkah berikutnya yang paling mendesak ialah memastikan jalur alternatif tetap aman, mempercepat perkuatan jembatan sementara, dan memperbarui informasi desa terdampak secara berkala kepada warga. Pemerintah daerah juga perlu menyiapkan distribusi logistik berbasis titik isolasi agar kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan kegiatan sekolah tidak terhenti lebih lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *