[ACEH TENGAH], Sabtu, 21 Februari 2026, 18.15 WIB — Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menutup jalur alternatif di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, setelah lubang raksasa dan longsoran tanah meluas hingga mendekati badan jalan. Penutupan dilakukan untuk mencegah korban, mengalihkan arus warga antar-desa, serta memberi ruang percepatan penanganan darurat.
Perkembangan terbaru menunjukkan titik longsoran makin mendekati akses yang semula dipakai warga sebagai pengganti jalan utama yang sebelumnya sempat terputus. Penutupan dilakukan dengan pertimbangan keselamatan pengguna jalan, termasuk pengendara roda dua yang kerap melintas untuk aktivitas kebun, sekolah, dan distribusi kebutuhan harian.
Dari informasi penanganan darurat yang beredar di pemberitaan, beberapa desa terdampak mengalami gangguan mobilitas. Aktivitas ekonomi harian warga—terutama pengangkutan hasil pertanian dan kebutuhan pokok—berpotensi terlambat karena kendaraan harus memutar ke jalur yang lebih jauh.
Pemerintah daerah mengimbau warga mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan. Agus Setyadi, jurnalis detikSumut, melaporkan penutupan dilakukan setelah longsoran menyentuh jalan alternatif sehingga akses tidak lagi aman dilalui, terutama saat hujan dan kondisi tanah labil.
Upaya relokasi sementara juga dilaporkan berjalan untuk keluarga yang paling dekat dengan area rawan. Jalur penghubung antardesa menjadi perhatian utama karena layanan dasar—seperti akses ke fasilitas kesehatan, sekolah, serta distribusi logistik—bergantung pada konektivitas jalan.
Dalam laporan lain, penanganan darurat juga menyertakan dukungan pembangunan penghubung sementara. Berdasarkan laporan kantor berita, TNI AD disebut tengah menyiapkan pembangunan jembatan penghubung untuk memulihkan akses beberapa desa, dengan target penyelesaian pada awal Maret bila cuaca mendukung.
Langkah berikutnya, Pemkab Aceh Tengah bersama instansi teknis dan aparat di lapangan akan melanjutkan pemantauan pergerakan tanah, memperkuat pembatas kawasan rawan, dan menyiapkan skema rekayasa lalu lintas desa. Warga diminta menghindari area retakan, tidak berhenti di sekitar tebing sungai/lereng, serta segera melapor bila muncul retakan baru.






