[ACEH TIMUR], Rabu, 21 Januari 2026, 11.30 WIB — Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menutup sementara lintasan Peunaron–Lokop mulai Rabu (21/1) pukul 08.30 WIB untuk pemasangan jembatan armco di Gunung Putus. Penutupan dua arah diperkirakan berlangsung lebih dari enam hari demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran pekerjaan.
Penutupan dilakukan di titik jembatan Gunung Putus yang berada di jalan lintas provinsi, tepat di perbatasan Kecamatan Peunaron dan Kecamatan Ranto Peureulak. Jalur ini merupakan akses penting warga menuju Lokop dan sebaliknya, termasuk untuk mobilitas kebutuhan harian, layanan kesehatan, serta distribusi barang dari/ke pedalaman.
Pemasangan jembatan armco mulai dikerjakan sejak Senin, 19 Januari 2026. Pemerintah setempat menyebut estimasi pekerjaan “di atas enam hari” dan ditargetkan rampung sekitar sepekan. Penutupan dari dua arah diterapkan agar pemasangan tidak terganggu dan mengurangi risiko kecelakaan kerja maupun kecelakaan pengguna jalan.
Camat Peunaron Muhammad, menyebutkan “berdasarkan analisa pekerjaan, pengerjaan memakan waktu di atas enam hari. Mulai Rabu (21/1), lintasan ditutup dari dua arah, agar tidak mengganggu pemasangan jembatan dan membahayakan pengguna jalan.”
Dampaknya, arus logistik dari wilayah pedalaman termasuk hasil pertanian/perkebunan dan kebutuhan pokok berpotensi melambat selama masa penutupan. Warga yang biasa melintasi jalur tersebut diminta menyesuaikan jadwal perjalanan, memprioritaskan perjalanan yang mendesak, dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi menghindari penumpukan kendaraan di sekitar lokasi pekerjaan.
Jembatan di lokasi ini sebelumnya terputus akibat banjir bandang pada akhir November 2025. Upaya sementara sempat dilakukan menggunakan batang pohon kelapa, namun konstruksi darurat tersebut tidak mampu menahan beban kendaraan bertonase dan kemudian mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat akses Peunaron–Lokop menjadi salah satu titik krusial pemulihan konektivitas pascabencana.
Pemerintah daerah menyebut jembatan armco merupakan bantuan Kodim 0104/Aceh Timur, dengan dukungan alat berat dari BNPB serta gotong royong aparatur desa dan masyarakat. Warga diimbau memantau pengumuman resmi setempat terkait pembukaan kembali jalur dan mengutamakan keselamatan saat melintas di sekitar area pekerjaan.






