Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Banjir Rob Aceh Utara, Warga Desak Tanggul Permanen (Aceh Utara)

Permukiman pesisir kembali tergenang; BPBD siagakan peralatan darurat

Banjir rob
Banjir rob

ACEH UTARA, Senin, 27 Oktober 2025, WIB — Gelombang pasang (banjir rob) kembali merendam permukiman pesisir di Aceh Utara. Sejumlah rumah dan akses jalan desa tergenang, sementara warga mendesak pemerintah kabupaten membangun tanggul permanen untuk meredam abrasi yang kian menggerus bibir pantai.

Di Kecamatan Seunuddon dan sekitarnya, banjir rob dilaporkan memasuki halaman rumah warga dan merusak badan jalan yang dekat garis pantai. BPBD Aceh Utara menyiagakan peralatan pompa serta berkoordinasi dengan perangkat gampong untuk evakuasi mandiri bila ketinggian air meningkat. Kondisi ini berulang terutama saat fase pasang purnama.

Pada kejadian-kejadian sebelumnya, sedikitnya 214 rumah pernah terdampak banjir rob di Gampong Lhok Puuk, Seunuddon (Juli 2025). Data perangkat gampong mencatat 38 unit rumah hilang akibat abrasi bertahun-tahun. Hari ini, tinggi genangan bervariasi 10–30 cm di halaman rumah, dengan periode pasang sore menjadi waktu paling riskan. [Menunggu verifikasi] untuk total rumah terdampak terbaru.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Sumatra Hari Ini: Waspada Hujan Petir

“Muka air laut yang naik saat pasang mempercepat abrasi dan merusak badan jalan di sepanjang garis pantai,” ujar Mulyadi, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Utara. Ia menambahkan perlindungan pantai perlu ditingkatkan agar aktivitas warga tidak terus terganggu.

Banjir rob mengganggu arus logistik ikan tangkapan dan akses ke pasar desa. Sejumlah UMKM pengolahan hasil laut menahan pengiriman karena jalan licin dan tergenang. Sekolah dasar di dekat pantai menyiapkan pembelajaran singkat jika genangan meningkat pada jam pulang.

Baca Juga:  BMKG Catat Potensi Cuaca Ekstrem di Aceh, Bengkulu, Lampung, dan Sumsel

Fenomena banjir rob di pesisir timur Aceh Utara kerap dipicu kombinasi pasang purnama dan angin timuran. Di beberapa titik, abrasi mempersempit jalan desa dan memaksa warga memindahkan rumah ke lokasi lebih aman. BMKG sebelumnya memperingatkan potensi rob pada rentang Oktober di sejumlah pesisir barat-timur Sumatra.

Pemkab diminta mempercepat kajian teknis tanggul pemecah ombak serta penataan sempadan pantai. Warga diimbau menyimpan dokumen penting pada tempat kedap air, mengamankan peralatan listrik, dan mengikuti jadwal pasang surut harian. BPBD membuka posko aduan untuk pendataan kerusakan dan penyaluran bantuan logistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *