Keputusan BPKS untuk menyusun dan membahas 26 isu strategis ini menjadi tonggak penting dalam perencanaan pengembangan Sabang ke depan. Dalam catatan rapat, sejumlah proyek prioritas disebutkan akan mulai dikerjakan pada kuartal akhir 2025, dengan melibatkan lintas sektor baik pemerintah, swasta, maupun mitra luar negeri.
Salah satu proyek yang mendapat sorotan adalah pembangunan shorebase atau pangkalan logistik lepas pantai, yang akan mendukung aktivitas migas dan kelautan. Shorebase ini diharapkan tidak hanya melayani operasional lokal, tetapi juga menjadi alternatif strategis untuk pelabuhan-pelabuhan di kawasan Andaman dan Nicobar serta Samudra Hindia bagian timur.
Selain sektor logistik dan energi, BPKS juga menargetkan peningkatan pariwisata laut. Dermaga CT-1 akan difungsikan sebagai titik labuh kapal pesiar internasional, melengkapi citra Sabang sebagai destinasi wisata maritim unggulan. “Kalau infrastruktur dermaga dan layanan pelabuhan bisa kita jaga dengan baik, potensi ekonomi dari turis kapal pesiar akan sangat besar,” ujar seorang pejabat BPKS yang enggan disebut namanya.
Sementara itu, kalangan pengusaha di Sabang dan Aceh Besar menilai langkah BPKS kali ini cukup menjanjikan, namun mereka berharap realisasi tak hanya berhenti di atas kertas. “Kami menunggu bukti nyata. Banyak rencana bagus sebelumnya, tapi lambat terealisasi karena kendala regulasi dan birokrasi,” ujar Zainal Abidin, pelaku usaha logistik di kawasan Ulee Lheue.
Pengamat ekonomi kelautan dari Universitas Syiah Kuala, Dr. Mutia Azmi, juga mengingatkan perlunya pendekatan inklusif dalam pengembangan kawasan. “Sabang harus dibangun dengan visi jangka panjang, tapi tidak boleh mengabaikan dampak sosial dan lingkungan. Partisipasi masyarakat lokal menjadi kunci,” tuturnya.
Dengan pembahasan 26 isu strategis ini, BPKS menempatkan diri sebagai pemain kunci dalam transformasi ekonomi barat Indonesia. Tinggal menunggu waktu, apakah tekad ini akan berbuah konkret di lapangan atau kembali menjadi catatan ambisius dalam dokumen strategis pemerintah.






