Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Dua Jembatan Darurat Ambruk Lagi di Aceh Tengah

Banjir susulan memutus akses lima desa di Ketol dan Silih Nara

Aceh Tengah jembatan darurat ambruk
Aceh Tengah jembatan darurat ambruk

TAKENGON, Rabu, 8 April 2026 09.30 WIB — Banjir bandang kembali menerjang Kabupaten Aceh Tengah dan merusak dua jembatan darurat yang dibangun pascabencana akhir 2025. Dampaknya, lima desa kembali terisolasi dan akses warga untuk logistik, sekolah, serta layanan dasar kembali terganggu.

Peristiwa terbaru ini menambah tekanan bagi warga di wilayah yang belum pulih total dari bencana hidrometeorologi beberapa bulan lalu. Dua jembatan yang rusak berada di Desa Bur Lah, Kecamatan Ketol, serta Kampung Terang Engon, Kecamatan Silih Nara. Kerusakan terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak sore hingga malam.

Data awal yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh menunjukkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, dampak sosialnya cukup besar karena empat kampung di Kecamatan Ketol dan satu desa di Kecamatan Silih Nara kembali terputus dari akses utama. Pemerintah setempat juga dilaporkan mengerahkan dua alat berat untuk membuka jalur darurat bagi warga.

Baca Juga:  Jembatan Darurat Batang Anai Dikebut, Akses Warga Tersendat

Kepala BPBA Bahron Bakti menyatakan, “Hujan deras sejak sore mengakibatkan banjir bandang di Aceh Tengah.” Ia juga menegaskan jembatan yang ambruk adalah jembatan darurat yang dibangun setelah bencana hidrometeorologi akhir November 2025, sehingga kerusakan kali ini memperlihatkan pemulihan infrastruktur masih rentan.

Bagi warga, dampak paling terasa bukan hanya soal perjalanan yang lebih jauh, tetapi juga keterlambatan distribusi bahan pokok, layanan kesehatan, dan mobilitas anak sekolah. Di daerah pegunungan seperti Aceh Tengah, putusnya satu titik penghubung dapat memaksa warga memutar jauh atau menunggu akses darurat dibuka, terutama ketika debit sungai masih tinggi.

Baca Juga:  Banjir Bandang Maninjau Agam Terjang Puluhan Rumah

Konteks bencana di Aceh Tengah juga belum sepenuhnya reda. Sejak banjir besar pada akhir 2025, banyak kawasan masih menjalani masa transisi dari tanggap darurat ke pemulihan. Kerusakan berulang pada infrastruktur sementara memperlihatkan perlunya percepatan pembangunan jembatan yang lebih permanen, khususnya di titik yang berkali-kali terdampak arus deras.

Langkah berikutnya yang paling mendesak ialah memastikan pembukaan akses untuk lima desa terdampak, pemantauan debit sungai, dan penilaian teknis atas kebutuhan jembatan permanen. Warga diimbau membatasi aktivitas di sekitar aliran sungai dan mengikuti informasi resmi BPBA serta pemerintah kabupaten, terutama bila hujan deras kembali terjadi pada siang hingga malam hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *