[ACEH TAMIANG], Selasa, 3 Maret 2026, 09.30 WIB — Polda Aceh memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang berjalan sesuai tahapan. Proyek ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan permukiman, sementara penyaluran bantuan rumah rusak dilaporkan masih dilakukan bertahap.
Polda Aceh menyampaikan pembangunan huntap merupakan dukungan pemulihan pascabencana dan ditargetkan selesai tepat waktu agar warga segera menempati rumah yang layak dan aman.
Di sisi lain, penanganan pascabencana juga mencakup bantuan untuk kategori rumah rusak sedang dan ringan. BNPB menyebut bantuan tahap pertama sudah disalurkan, sementara pencairan tahap berikutnya dijadwalkan pada awal Maret 2026.
Joko Krisdiyanto, perwira menengah Polda Aceh, “Kami terus berupaya agar pembangunan hunian tetap tersebut dapat selesai tepat waktu, sehingga masyarakat terdampak bencana segera menempati rumah yang layak dan aman.”
Bagi warga, keberadaan huntap berpengaruh langsung pada kepastian tempat tinggal, akses layanan dasar, dan pemulihan aktivitas ekonomi keluarga. Pemerintah daerah dan aparat di lapangan biasanya membutuhkan pembaruan data penerima manfaat agar relokasi dan penyaluran bantuan tidak tumpang tindih—warga diimbau menyiapkan dokumen administrasi yang diminta petugas setempat.
Banjir bandang yang menjadi latar pembangunan huntap ini terjadi pada akhir November 2025 dan memicu kebutuhan penanganan pemukiman jangka menengah. Dalam fase transisi, sebagian keluarga masih mengandalkan tempat tinggal sementara dan bantuan perbaikan rumah sesuai tingkat kerusakan.
Ke depan, pemantauan progres fisik huntap dan pembaruan data penerima bantuan akan menjadi kunci. Warga diminta mengikuti informasi resmi posko/instansi setempat terkait jadwal verifikasi, mekanisme relokasi, serta ketentuan menempati huntap ketika dinyatakan siap huni.






