Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Jembatan Darurat Alue Siron di Nagan Raya Sudah Bisa Dilalui

Pemkab targetkan perbaikan permanen masuk anggaran 2026

Ilustrasi Jembatan darurat Nagan Raya
Ilustrasi Jembatan darurat Nagan Raya

SUKA MAKMUE, Aceh, Selasa, 28 Oktober 2025, WIB — Pemerintah Kabupaten Nagan Raya membangun jembatan darurat di Desa Alue Siron, Kecamatan Tadu Raya, menyusul kerusakan akibat banjir pekan lalu. Akses warga kembali terbuka, sementara perbaikan permanen diproyeksikan masuk rencana anggaran tahun 2026 untuk menjaga mobilitas dan layanan dasar.

Penanganan dilaporkan dilakukan sejak akhir pekan untuk memastikan jalur dapat dilintasi kendaraan ringan. Tim gabungan dari Pemkab dan BPBD turun ke lokasi pascahujan deras pada Sabtu, 24 Oktober 2025, yang menggerus struktur jembatan eksisting. Pemerintah gampong, mukim, dan warga setempat dilibatkan dalam kerja bakti agar konektivitas ke pusat layanan publik kembali normal.

Wakil Bupati Nagan Raya, Aceh Raja Sayang — “Atas perintah bupati, kami bersama BPBD menangani kerusakan jembatan darurat akibat banjir. Penanganan sementara telah selesai dan jembatan Alue Siron saat ini sudah bisa dilalui masyarakat.”

Baca Juga:  Padang Pariaman Dorong Huntap untuk Penyintas

Bagi warga, dibukanya kembali akses ini memudahkan transportasi hasil pertanian serta pergerakan ke fasilitas pendidikan dan kesehatan. Pemerintah mengingatkan pengendara tetap berhati-hati karena daya dukung jembatan bersifat sementara, terlebih saat debit sungai meningkat.

Banjir genangan merupakan bencana berulang di kawasan pesisir dan dataran rendah Nagan Raya, termasuk Kecamatan Tadu Raya. Pada 20 Oktober 2025, BPBA melaporkan banjir di beberapa kabupaten di Aceh, termasuk Nagan Raya, akibat hujan berintensitas tinggi. Data kerusakan rinci pada infrastruktur desa di Alue Siron masih dikompilasi [Menunggu verifikasi].

Baca Juga:  Listrik Aceh pulih 100%, PLN: 839 personel dikerahkan

Langkah lanjutan, Pemkab mengusulkan pembangunan jembatan permanen ke dalam penganggaran 2026 bersama dua jembatan utama yang turut terdampak. Sambil menunggu, pemerintah daerah menyiagakan pemantauan berkala, rambu pembatasan beban, serta jalur alternatif jika terjadi cuaca ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *