Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Pemulihan Aceh Tamiang Disebut Hampir 100 Persen

Fokus bergeser dari tanggap darurat ke pemulihan layanan warga

pemulihan Aceh Tamiang (Pemerintah Aceh)
pemulihan Aceh Tamiang (Pemerintah Aceh)

KUALA SIMPANG, Sabtu, 21 Maret 2026 14.28 WIB — Pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang dinyatakan hampir 100 persen setelah pemerintah pusat dan daerah mengebut perbaikan layanan dasar menjelang Idulfitri. Perkembangan ini penting bagi warga karena menyangkut hunian sementara, sekolah, pelayanan pemerintahan, dan pemulihan aktivitas ekonomi setempat.

Pernyataan mengenai progres pemulihan disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat berada di kawasan hunian sementara Aceh Tamiang pada 21 Maret 2026. Sebelumnya, Pemerintah Aceh juga melaporkan pemulihan di daerah itu terus dipacu melalui peninjauan lapangan, dukungan lintas kementerian, serta perhatian pada sektor pendidikan dan kebutuhan dasar warga terdampak.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemulihan di Aceh Tamiang “hampir 100 persen” dan berharap warga bangkit lebih cepat pascabanjir. Dalam kunjungan yang sama, Presiden juga melaksanakan salat Idulfitri bersama warga di Masjid Darussalam kawasan huntara. Di level daerah, Pemerintah Aceh sebelumnya menegaskan percepatan pemulihan perlu menjaga agar pemerintahan, aktivitas ekonomi, dan layanan pendidikan kembali berjalan normal.

Baca Juga:  34 Warga Tapanuli Tengah Tewas, Ribuan KK Masih Terisolasi

Bagi warga Aceh Tamiang, indikator pemulihan bukan hanya bangunan yang berdiri kembali, melainkan akses sekolah, pasar, administrasi pemerintahan, serta rasa aman untuk memulai aktivitas setelah bencana. Pemerintah Aceh menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas, sementara kunjungan pejabat pusat dan daerah dalam dua bulan terakhir menunjukkan fokus pada percepatan layanan publik dan pemulihan sosial-ekonomi.

Baca Juga:  Tradisi Pernikahan di Aceh Idang Talam

Latar belakangnya, Aceh Tamiang termasuk wilayah yang terdampak serius dalam rangkaian bencana Sumatra akhir 2025. Sejak awal Januari hingga Maret 2026, pemulihan dilakukan bertahap melalui satgas percepatan, pembersihan fasilitas, bantuan bagi warga, serta koordinasi pusat-daerah. Dalam berbagai keterangan resmi, pemerintah menekankan bahwa pemulihan tidak berhenti pada relokasi sementara, tetapi berlanjut hingga layanan publik pulih.

Baca Juga:  Aceh Jaya Banjir, 648 Jiwa Terdampak; BPBD Perkuat Evakuasi

Agenda berikutnya di Aceh Tamiang adalah memastikan kualitas pemulihan benar-benar bertahan setelah masa libur Lebaran, terutama untuk sekolah, layanan administrasi, dan mata pencaharian warga. Pemerintah daerah dan provinsi masih perlu menjaga ritme pendampingan agar progres yang disebut hampir tuntas itu tidak berhenti di seremoni, melainkan terasa di rumah tangga warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *