[SOLO, JAWA TENGAH], Selasa, 14 Oktober 2025, WIB — Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, ditunjuk menjadi Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Solo untuk periode hingga 2030. Penunjukan tersebut disebut hasil proses berjenjang dari DPP–DPW–DPD, sembari menanti pengesahan melalui surat keputusan (SK) DPP.
Dalam keterangan di Solo, Astrid menyebut dirinya menerima amanah setelah mendengar masukan dari kader kota. Ia menegaskan fokus awal kepemimpinan adalah konsolidasi internal dan penyusunan program kerja, termasuk penguatan “sekolah partai” yang sebelumnya ia pimpin di tingkat pusat. Di sisi struktural, DPW PSI Jawa Tengah membenarkan nama Astrid sebagai ketua DPD Solo dan menyatakan proses administrasi SK sedang berjalan.
Secara organisasi, masa tugas hingga 2030 memberi ruang bagi pembenahan mesin partai—mulai pembaruan data kader, kaderisasi tokoh muda, hingga penataan jaringan komunitas. Konsolidasi ini diproyeksikan sejalan dengan agenda partai menghadapi siklus politik 2029. Komposisi pengurus daerah disebut akan disesuaikan dengan “template” kepengurusan terbaru, mencakup posisi ketua, sekretaris, bendahara, serta unsur pemenangan pemilu.
Astrid Widayani — “Saya berterima kasih atas amanah ini untuk Solo. Kami menunggu SK, sambil menyiapkan program dan penguatan organisasi.”
Bagi warga Solo, kepemimpinan baru di DPD PSI berdampak pada arah kolaborasi lintas partai di level kota—khususnya dalam isu layanan publik, kepemudaan, dan UMKM yang selama ini menjadi fokus narasi PSI. Di level regional, dinamika struktur PSI di Jawa Tengah kerap menjadi barometer strategi pengorganisasian partai-partai nasional, termasuk dalam membangun simpul dukungan di luar Jawa. Bagi pembaca Sumatra, konsolidasi semacam ini lazim diikuti efek domino: pertukaran narasi kampanye, mobilisasi relawan, dan kolaborasi lintas daerah menjelang kontestasi 2029.
Sebagai latar, Astrid saat ini juga menjabat Wakil Wali Kota Surakarta dan dikenal di sektor pendidikan sebagai Rektor Universitas Surakarta (Unsa) periode 2023–2027. Riwayat pendidikannya meliputi Magister Manajemen dari UGM dan studi manajemen strategik di Business School Lausanne (BSL), serta gelar sarjana dari Unsa dan Universitas Diponegoro. Jejak akademik–kewirausahaan itu menjadi modal bagi penguatan program kaderisasi dan literasi politik berbasis data di tingkat daerah.
Dalam waktu dekat, DPD PSI Solo dijadwalkan memfinalkan struktur pengurus dan menyusun peta kerja 12–18 bulan, mulai rekrutmen kader muda, pendidikan politik tematik (antikorupsi, ekonomi kreatif, digital), hingga program advokasi kebijakan kota yang selaras RPJMD. Astrid menyatakan pintu komunikasi terbuka bagi partai lain dan komunitas warga untuk kerja-kerja kolaboratif yang konkret.






