LAMPUNG SELATAN, Senin, 23 Maret 2026, 06.44 WIB — Pelabuhan Bakauheni mulai memasuki fase penting arus balik Lebaran 2026 dengan penerapan tarif tunggal dan penguatan pengendalian arus kendaraan. Bagi warga Lampung, kebijakan ini berdampak langsung pada jam tempuh, antrean pelabuhan, aktivitas ekonomi lokal, dan pergerakan logistik menuju maupun keluar Sumatra.
Dari sudut pandang lokal, Bakauheni bukan hanya simpul nasional Merak-Bakauheni, tetapi juga penyangga mobilitas warga Lampung Selatan dan kawasan sekitarnya. Setiap kenaikan arus kendaraan memengaruhi kepadatan akses jalan, ritme kerja petugas, dan aktivitas pelaku usaha di sekitar pelabuhan. Karena itu, pengaturan jam keberangkatan menjadi isu praktis yang paling terasa bagi warga.
Pemerintah Provinsi Lampung bersama ASDP memperkirakan total kendaraan selama periode Lebaran 2026 mencapai 319.916 unit, dengan 108.050 penumpang dan 2.481 trip kapal. Meski rasio volume terhadap kapasitas masih 0,67, pemerintah menilai kemacetan tetap berpotensi tinggi bila kendaraan datang bersamaan. Skema single tarif di lintas Merak-Bakauheni untuk keberangkatan dari Bakauheni diberlakukan mulai Senin, 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Dalam keterangan resmi, pihak terkait menekankan masalah utama bukan kekurangan kapal, melainkan penumpukan kendaraan pada jam tertentu. “Macet besar sering terjadi bukan karena kapal kurang, tetapi karena kendaraan datang bersamaan,” kata Penta Peturun saat pemantauan terpadu yang dikutip Pemprov Lampung. ASDP di sisi lain menyebut kebijakan stimulus dan tiket satu harga dijalankan untuk membuat perjalanan lebih tertib, terjangkau, dan nyaman.
Bagi warga dan pemudik, dampaknya sangat konkret. Pada H+3 hingga H+6, antrean diperkirakan dapat mencapai 4–6 jam atau lebih. Pemerintah menyarankan perjalanan dilakukan pada pukul 01.00 hingga 10.00 WIB dan menghindari sore hingga malam. Sepeda motor dan sebagian kendaraan barang juga dialihkan ke pelabuhan alternatif, sedangkan kendaraan logistik besar diarahkan ke BBJ Bojonegara. Sebanyak 75 kapal disiapkan beroperasi 24 jam, disokong buffer zone, delaying system, CCTV, pos kesehatan, dan 786 personel.
Latar belakang kebijakan ini ialah dominasi kendaraan pribadi pada arus Lebaran tahun ini. Pemprov Lampung mencatat sekitar 172 ribu mobil dan lebih dari 100 ribu sepeda motor diperkirakan bergerak di periode mudik-balik. Sementara itu, ASDP menghitung stimulus tarif berlaku di banyak lintasan dengan penerima manfaat langsung ratusan ribu penumpang dan kendaraan, sehingga pengaturan arus di Bakauheni menjadi bagian penting dari skala nasional.
Apa berikutnya? Warga Sumatra yang akan menyeberang dari Bakauheni sebaiknya membeli tiket maksimal sehari sebelum berangkat melalui kanal resmi, datang sesuai jadwal, memilih jam dini hari hingga pagi, dan menyiapkan perjalanan lebih fleksibel bila melihat kepadatan meningkat di akses menuju pelabuhan.






