JEMBER, Jawa Timur – Gunung Raung yang terletak di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi kembali mengalami dua kali letusan dalam satu malam, Senin (7/7). Letusan pertama terjadi pada pukul 01.36 WIB, dengan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak kawah, disusul letusan kedua pukul 03.21 WIB dengan ketinggian sekitar 800 meter.
Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, mengarah ke sektor barat daya dan selatan. Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Raung, Burhan Alethea, aktivitas vulkanik ini merupakan bagian dari rangkaian erupsi yang telah terjadi tujuh kali sepanjang bulan Juli.
“Seismograf mencatat gempa letusan dan tremor menerus dengan amplitudo 3–5 mm. Ini mengindikasikan masih adanya pergerakan magma aktif di bawah permukaan,” ujarnya dikutip dari laporan PVMBG.
Hingga saat ini, status Gunung Raung masih berada pada Level II atau Waspada. PVMBG mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak mendekati area kawah aktif dalam radius tiga kilometer. Aktivitas seperti pendakian, berkemah, dan penurunan ke dasar kaldera sangat tidak disarankan.
Dampak dari erupsi ini mulai dirasakan warga di sekitar lereng gunung. Abu vulkanik ringan dilaporkan turun di beberapa desa di Kabupaten Jember dan Banyuwangi. Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, BPBD setempat telah menyalurkan masker kepada warga dan mengintensifkan pemantauan.
Cuaca mendung yang menyelimuti kawasan gunung turut mempersulit visualisasi aktivitas puncak, namun arah angin yang menuju selatan dan barat daya memperluas potensi sebaran abu. Warga di wilayah terdampak diminta tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari otoritas terkait.






