Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Harga BBM Nonsubsidi Turun, Dampaknya ke Ongkos di Sumatra

Pertamax dan Dex Series disesuaikan, harga berbeda antarwilayah

Ilustrasi harga BBM nonsubsidi turun 1 Februari 2026 Ekaterina Belinskaya)
Ilustrasi harga BBM nonsubsidi turun 1 Februari 2026 Ekaterina Belinskaya)

[JAKARTA], Selasa, 3 Februari 2026, 10.41 WIB — Penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Februari 2026 membuat harga beberapa produk Pertamax dan Dex Series turun. Untuk wilayah Sumatra, penurunan ini berpotensi menekan biaya perjalanan dan distribusi barang, meski besaran harga tetap bergantung pada komponen pajak daerah dan biaya distribusi di masing-masing provinsi.

Dalam pemberitaan nasional, harga Pertamax (RON 92) di wilayah dengan skema tertentu tercatat turun menjadi Rp 11.800 per liter dari bulan sebelumnya. Produk lain dalam keluarga Pertamax dan Dex juga mengalami penyesuaian. Sejumlah media merinci bahwa daftar harga berbeda antarwilayah, termasuk di beberapa provinsi Sumatra.

Di Aceh, misalnya, salah satu publikasi memuat contoh harga Pertamax sebesar Rp 12.100 per liter (mengikuti struktur wilayah dan ketentuan pajak setempat). Sementara di wilayah lain di Sumatra, harga dapat berada pada level berbeda—karena perbedaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan faktor distribusi.

Baca Juga:  Siapa ‘Jule’ yang Viral? Klarifikasi Belum Ada

Perusahaan Pertamina Patra Niaga menyampaikan penyesuaian harga dilakukan berkala mengikuti dinamika harga minyak serta formula penetapan yang berlaku. Dalam ringkasan keterangan yang dipublikasikan, harga beberapa produk disebut turun per 1 Februari 2026, termasuk Pertamax dan produk Dex.

Bagi warga Sumatra, dampaknya bisa terasa pada ongkos perjalanan antarkota—termasuk jalur lintas timur, lintas tengah, dan lintas barat—serta biaya operasional sektor angkutan barang. Pelaku UMKM yang mengandalkan distribusi harian (misalnya bahan pangan segar dan produk olahan) berpeluang mendapat ruang menekan biaya kirim, meski efeknya tidak selalu langsung terlihat di harga eceran.

Baca Juga:  LPG 3 Kg “Satu Harga” 2026 Dikaji, Ini Dampaknya untuk Sumatra

Sebagai konteks, biaya logistik di Sumatra kerap dipengaruhi jarak tempuh, kondisi infrastruktur, dan kebutuhan rantai pasok antarpelabuhan/bandar udara. Penurunan BBM nonsubsidi dapat membantu pelaku usaha transportasi menjaga tarif tetap kompetitif, terutama menjelang periode permintaan tertentu. Namun, besaran pengaruhnya juga bergantung pada struktur biaya lain seperti upah, perawatan kendaraan, dan kondisi cuaca yang memengaruhi waktu tempuh.

Baca Juga:  Profil Guinandra Jatikusumo, Karier, dan Pelajaran “Cuan” Sehat

Langkah praktis untuk warga: cek papan harga di SPBU setempat (karena harga dapat berbeda antardaerah), bandingkan kebutuhan harian, dan rencanakan perjalanan lebih efisien. Untuk pelaku usaha, evaluasi biaya operasional mingguan dapat membantu menentukan apakah penyesuaian tarif pengiriman perlu dilakukan atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *