Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

IHSG Diprediksi Konsolidasi di Awal Juli 2025, Analis Rekomendasikan Strategi Bertahan

Investor disarankan wait and see sambil pantau sentimen global dan data ekonomi domestik

IHSG Konsolidasi (*/Istimewa)
IHSG Konsolidasi (*/Istimewa)

Jakarta, 2 Juli 2025 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam tren konsolidasi pada perdagangan Rabu (2/7/2025). Analis pasar modal menilai bahwa investor masih cenderung berhati-hati menunggu sinyal baru dari pasar global dan laporan ekonomi kuartal kedua dari pemerintah.

Pada penutupan sebelumnya, IHSG berada di level 7.030, turun tipis sebesar 0,3 persen. Tekanan datang dari sektor teknologi dan konsumer non-primer, meskipun sektor energi dan perbankan relatif stabil. Volume transaksi harian menunjukkan kecenderungan moderat, mengindikasikan pelaku pasar memilih menahan diri.

Analis dari Indo Premier Sekuritas, Putri Arina, menyebutkan bahwa IHSG cenderung bergerak sideways karena belum adanya katalis penggerak yang kuat. “Investor menanti arah suku bunga dari The Fed dan data inflasi Indonesia Juni 2025 yang akan dirilis pekan ini. Ini menjadi momen penting dalam menentukan arah investasi jangka pendek,” katanya dalam laporan riset pagi ini.

Baca Juga:  Saham BCA Melemah Tipis, Analis Tetap Rekomendasikan Beli untuk Jangka Panjang

Beberapa saham yang tetap direkomendasikan oleh analis adalah saham-saham berfundamental kuat dan sektor defensif, seperti BBCA (Bank Central Asia), TLKM (Telkom Indonesia), dan UNVR (Unilever Indonesia). Sementara untuk investor dengan profil risiko tinggi, sektor energi terbarukan dan konstruksi masih menyimpan potensi, terutama di tengah percepatan proyek infrastruktur pemerintah.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi perhatian utama investor. Pergerakan rupiah yang fluktuatif di kisaran Rp15.400–15.550 berpotensi memengaruhi keputusan investasi asing, terutama di saham-saham berorientasi ekspor.

Baca Juga:  Pilihan Saham Unggulan 29 Agustus 2025 – Panduan Investasi Hari Ini

Investor ritel disarankan tidak mengambil posisi besar dalam waktu dekat dan lebih fokus pada strategi bertahan atau ‘wait and see’. Teknik dollar cost averaging (pembelian berkala) tetap menjadi pendekatan yang bijak untuk menghadapi kondisi pasar seperti saat ini.

Pelaku pasar juga diimbau memantau data ekonomi global, harga komoditas, serta perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi sentimen jangka pendek selama IHSG konsolidasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *