Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Prabowo Resmikan Industri Baterai Listrik di Karawang, Sumatra Bersiap Ikut Jejak

Peluang Ekonomi Hijau untuk Sumatra di Era Kendaraan Listrik

Prabowo Resmikan Industri Baterai Listrik di Karawang (*/Istimewa)

Pekanbaru, 30 Juni 2025 – Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek industri baterai kendaraan listrik senilai Rp96 triliun di Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 30 Juni 2025.

Proyek ini menjadi tonggak penting dalam mendorong transisi energi Indonesia menuju ekonomi hijau, dan Sumatra diharapkan dapat mengikuti jejak dengan memanfaatkan potensi sumber daya alamnya.

Industri baterai listrik di Karawang, yang merupakan kerja sama antara pemerintah dan investor asing, akan memproduksi baterai untuk kendaraan listrik dengan kapasitas hingga 10 gigawatt-jam per tahun.

Baca Juga:  Status Bencana Nasional Belum Turun, Sumatra Tunggu Kepastian

“Ini adalah langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat energi terbarukan di Asia Tenggara,” ujar Prabowo dalam sambutannya, seperti dikutip dari siaran langsung di Jakarta.

Di Sumatra, wilayah seperti Riau, Sumatra Utara, dan Jambi memiliki potensi besar untuk mendukung industri serupa karena ketersediaan bahan baku seperti nikel dan energi terbarukan dari panas bumi.

“Riau, misalnya, memiliki cadangan nikel yang signifikan. Kami sedang menjajaki investasi serupa untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di sini,” ungkap Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau, Indra Gunawan, saat ditemui di Pekanbaru, Senin, 30 Juni 2025.

Baca Juga:  DPR Setujui Abolisi untuk Tom Lembong dan Amnesti bagi Hasto Kristiyanto

Pemerintah daerah di Sumatra juga tengah mempersiapkan tenaga kerja lokal melalui pelatihan vokasi untuk mendukung industri energi terbarukan. Politeknik Negeri Medan dan Universitas Lampung telah meluncurkan program pelatihan teknologi baterai dan kendaraan listrik sejak awal 2025.

“Kami ingin anak-anak muda Sumatra siap bersaing di industri masa depan ini,” kata Rektor Politeknik Negeri Medan, Dr. Ahmad Zaki.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Melunaskan Utang Petani dan Nelayan

Namun, tantangan seperti infrastruktur dan regulasi lingkungan masih perlu diatasi untuk mewujudkan industri baterai di Sumatra. “Kami butuh dukungan pusat untuk mempercepat izin investasi dan membangun infrastruktur pendukung,” tambah Indra.

Masyarakat Sumatra diimbau untuk mendukung transisi energi dengan mempelajari peluang di sektor energi terbarukan, seperti melamar pekerjaan di proyek-proyek hijau atau mengikuti pelatihan vokasi.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di www.esdm.go.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *