GEMASUMATRA.COM – Kereta api Argo Bromo Anggrek yang melayani rute Surabaya Pasar Turi–Gambir dilaporkan anjlok di emplasemen Stasiun Pegadenbaru, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat, 1 Agustus 2025 pukul 15.47 WIB.
Insiden tersebut menyebabkan lima gerbong keluar dari jalur rel, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan aman dari lokasi kejadian oleh petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
“Petugas di lapangan langsung melakukan penanganan serta evakuasi terhadap penumpang dengan prioritas keselamatan,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan tertulisnya.
Dampak dari kejadian ini cukup signifikan. PT KAI membatalkan tujuh perjalanan KA relasi Semarang–Jakarta dan sembilan KA dari Surabaya pada Sabtu, 2 Agustus 2025. KAI telah mengalihkan ratusan penumpang ke armada bus dari Stasiun Tegal untuk meneruskan perjalanan mereka.
Menurut laporan dari lapangan, sebanyak 13 unit bus disiapkan untuk mengangkut 539 penumpang dari lokasi insiden menuju stasiun tujuan akhir. Proses ini dilakukan secara tertib dengan pengawalan petugas dan pengamanan ekstra.
Untuk menjamin kenyamanan pelanggan, KAI memberikan opsi pengembalian dana penuh (refund 100%) bagi penumpang yang terdampak. Refund dapat dilakukan melalui kanal resmi KAI paling lambat tujuh hari kerja (7×24 jam) sejak tanggal keberangkatan.
Saat ini, tim teknis KAI masih melakukan proses evakuasi dan perbaikan jalur rel, dengan harapan seluruh operasional dapat kembali normal dalam waktu secepat mungkin. Belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti anjloknya kereta, namun investigasi internal sedang berlangsung.
Masyarakat diimbau untuk memantau informasi terbaru melalui saluran resmi PT KAI agar mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.






