LAMPUNG SELATAN, Rabu, 18 Maret 2026, 09.30 WIB — Pemerintah pusat menerapkan pembagian pelabuhan, delaying system, dan penguatan armada penyeberangan pada Angkutan Lebaran 2026. Bagi pembaca Sumatra, kebijakan ini paling terasa di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, yang diproyeksikan menjadi salah satu tujuan penyeberangan terpadat selama musim mudik.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menetapkan pengaturan lintasan sejak 13 Maret 2026 untuk mencegah penumpukan di Merak–Bakauheni. Dalam skema ini, sebagian jenis kendaraan diarahkan ke Ciwandan atau BBJ Bojonegara, sementara Bakauheni tetap menjadi titik utama penerima arus dari Jawa ke Sumatra. Kemenhub menilai strategi ini penting karena Merak–Bakauheni adalah simpul krusial yang menjadi barometer kelancaran mudik nasional.
Sebagai penguat kapasitas, ASDP menyiapkan 57 kapal untuk lintasan utama Bakauheni–Merak dengan proyeksi 2.949 trip selama masa layanan. Pada saat yang sama, laporan lapangan menunjukkan aktivitas penumpang dari Merak ke Bakauheni sudah ramai namun masih lancar sejak H-6 Lebaran. Data H-8 juga mencatat lebih dari 126 ribu penumpang telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatra melalui pelabuhan yang melayani lintasan Selat Sunda.
Dampaknya bagi warga Sumatra cukup langsung. Bakauheni bukan hanya gerbang ke Lampung, tetapi juga titik awal perjalanan darat ke Sumsel, Jambi, Bengkulu, Sumbar, hingga Riau. Ketika arus di Bakauheni padat, efeknya dapat merambat ke jalan lintas Sumatra, terminal, SPBU, rest area, hingga distribusi barang kebutuhan harian di sejumlah provinsi. Karena itu, kebijakan pusat soal pengaturan pelabuhan sesungguhnya adalah kebijakan yang menyentuh perjalanan jutaan warga Sumatra.
Kemenhub menyebut Bakauheni termasuk daerah tujuan transportasi terpadat pada musim mudik tahun ini. Di sisi korporasi, ASDP menegaskan lintasan Merak–Bakauheni menjadi jalur vital yang setiap tahun menghubungkan jutaan pemudik dari Jawa ke Sumatra. Dua pernyataan itu memperlihatkan satu hal: Lampung Selatan memegang peran strategis dalam kelancaran mudik nasional 2026.
Untuk warga yang akan melintas, imbauannya sederhana namun penting: beli tiket lebih awal melalui kanal resmi, hindari datang tanpa kepastian jadwal, dan perhatikan pembagian pelabuhan sesuai jenis kendaraan. Bagi pembaca Sumatra, memantau kondisi Bakauheni hari ini penting karena perubahan arus di titik itu hampir selalu berimbas ke perjalanan lanjutan di seluruh koridor timur Sumatra.






