Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Waspada Ular Weling: Bisa Mematikan dan Sering Muncul di Permukiman

Gigitan ular belang hitam-putih ini bisa menyebabkan kematian dalam hitungan jam

ular weling
ular weling

GEMASUMATRA.COM – Ular weling (Bungarus candidus) adalah salah satu ular berbisa paling mematikan di Asia Tenggara dan sering ditemukan di wilayah Sumatra, Jawa, Bali, hingga Sulawesi.

Weling memiliki ciri khas tubuh belang hitam-putih atau krem-putih, panjang mencapai 1,55 meter, serta ekor yang lancip. Ia mirip dengan ular welang, namun memiliki pola belang yang lebih teratur dan tidak berwarna kuning.

Hewan ini bersifat nokturnal atau aktif di malam hari. Habitatnya meliputi hutan dataran rendah, semak, lahan pertanian, serta mendekati pemukiman dan sumber air seperti sawah dan parit.

Baca Juga:  Kenali Gejala Anemia dan Cara Mengatasi dengan Tepat

Bisa ular weling mengandung neurotoksin kuat yang menyerang sistem saraf. Gigitan ular ini dapat menyebabkan kelumpuhan, gagal napas, gangguan jantung, hingga kematian jika tidak ditangani segera. Tingkat kematian akibat gigitan bisa mencapai 60–70 persen tanpa penanganan medis cepat.

Ironisnya, gejala awal dari gigitan ular weling sering kali tidak menimbulkan rasa sakit atau bengkak, sehingga korban bisa tidak sadar telah tergigit. Gejala baru muncul antara lima hingga dua puluh jam setelah gigitan terjadi, sehingga pertolongan cepat sangat krusial.

Salah satu kasus terbaru terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, di mana seorang anak berusia 12 tahun meninggal dunia setelah koma selama satu bulan akibat diduga tergigit ular weling. Keluarga korban menyatakan bahwa penanganan medis awal tidak maksimal, sehingga memperburuk kondisi korban.

Baca Juga:  Program Cek Kesehatan Gratis Sentuh Nyaris 30 Juta Warga, Klinik di Sumatra Ramai

Langkah pertolongan pertama saat terkena gigitan ular weling adalah dengan tetap menenangkan korban, menjaga area gigitan tetap rendah dan minim gerakan, membalut secara perlahan ke arah jantung menggunakan kain bersih, serta segera membawa korban ke rumah sakit yang memiliki Serum Anti Bisa Ular (SABU).

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, ular weling dianggap sebagai “pengingat” dan tidak boleh dibunuh. Namun, secara medis dan hukum, ular ini tidak termasuk satwa yang dilindungi dan boleh dibunuh jika membahayakan keselamatan manusia. Dalam ajaran Islam, membunuh ular berbisa diperbolehkan setelah memberinya peringatan tiga kali jika ia masuk ke dalam rumah.

Baca Juga:  Tren Gadget Wearable: Teknologi yang Memperkaya Gaya Hidup Sehat

Dengan habitat yang sering bersinggungan dengan manusia, masyarakat diminta waspada, khususnya di malam hari. Gunakan alas kaki, celana panjang, dan senter saat beraktivitas di area terbuka, serta hindari menyimpan barang di tempat lembap dan gelap yang bisa menjadi tempat persembunyian ular.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *