AGAM/TANAH DATAR, Senin, 9 Maret 2026, 16.20 WIB — Gunung Marapi di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali erupsi pada Senin pagi. Abu vulkanik teramati membumbung 1,6 kilometer di atas puncak, sementara warga diminta tidak mendekati radius bahaya tiga kilometer.
Pos Gunung Api Gunung Marapi melaporkan erupsi terjadi pukul 08.46 WIB. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi sekitar 33 detik. Status gunung api masih berada pada Level II atau Waspada.
Bagi warga di lereng Agam dan Tanah Datar, informasi arah sebaran abu menjadi penting karena berpengaruh terhadap aktivitas luar ruang, perjalanan, serta kesehatan pernapasan. Saat hujan turun, material vulkanik yang sudah berada di hulu sungai juga dapat meningkatkan risiko lahar di aliran yang berhulu langsung dari puncak Marapi.
Bilal Allegra Munbaits, Petugas PGA Gunung Marapi, menyatakan, “Ketinggian kolom abu teramati sekitar 1,6 kilometer.” Keterangan itu sekaligus menegaskan bahwa aktivitas erupsi masih berlangsung fluktuatif dan perlu dipantau ketat oleh warga maupun pemerintah daerah.
PVMBG tetap merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek. Apabila terjadi hujan abu, warga diimbau memakai masker penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan. Imbauan ini penting terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat asma atau ISPA.
Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas Marapi memang beberapa kali tercatat berulang. Badan Geologi sebelumnya menyebut dinamika suplai fluida atau magma dari kedalaman masih memungkinkan terjadinya erupsi, meski selama tidak ada lonjakan signifikan potensi bahaya utama diperkirakan masih berada di sekitar pusat aktivitas dan pada aliran sungai berhulu puncak.
Apa berikutnya, pemerintah daerah dan aparat nagari perlu memastikan informasi resmi cepat sampai ke warga, khususnya di kawasan rawan abu dan bantaran sungai. Warga di Agam dan Tanah Datar juga disarankan menunda aktivitas nonmendesak di zona rawan, memantau laporan resmi kebencanaan, serta menyiapkan pelindung pernapasan di rumah.






