BANDAR LAMPUNG, Kamis, 26 Maret 2026, 09.50 WIB — Dinas Perhubungan Lampung memperkirakan arus balik Lebaran 2026 berlangsung dalam dua gelombang, yakni 24 Maret dan 29 Maret, sementara Terminal Rajabasa diprediksi mengalami peningkatan signifikan pada 26 Maret. Informasi ini penting bagi warga yang akan kembali bekerja, sekolah, atau menyeberang ke Jawa melalui simpul transportasi Lampung.
Data dari Dishub Lampung menunjukkan gelombang pertama terjadi pada 24 Maret karena sebagian pekerja mulai kembali masuk kerja pada hari berikutnya. Gelombang kedua diperkirakan pada Minggu, 29 Maret 2026, bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah dan pekerja. Pemerintah daerah bersama operator transportasi menyiapkan antisipasi agar tidak terjadi penumpukan penumpang maupun kendaraan.
Di Terminal Rajabasa, pengelola terminal memperkirakan lonjakan arus balik pada 26 Maret 2026. Sementara Kementerian Perhubungan secara nasional telah menyiapkan 255 kapal pada 15 lintas penyeberangan dan 29 pelabuhan untuk mendukung Angkutan Lebaran 2026, menunjukkan skala kesiapan transportasi yang lebih besar selama musim balik Lebaran.
Bambang Sumbogo, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, mengatakan, “Untuk arus balik Lebaran 2026 diperkirakan ini terjadi dua kali gelombang perjalanan kepulangan masyarakat, yakni pada hari ini 24 Maret 2026, dan di 29 Maret 2026.” Sementara Kepala Terminal Rajabasa Budi Hartanto menyebut tanggal 26 Maret sebagai salah satu titik yang diperkirakan mengalami peningkatan signifikan untuk arus balik dari Sumatra ke Jawa.
Dampaknya bagi warga Lampung cukup nyata. Penumpang bus antarkota, pemilir dari Jabodetabek, hingga keluarga yang baru kembali dari kampung halaman perlu mengatur jam berangkat agar tidak terjebak antrean panjang. Kepadatan di simpul seperti Rajabasa, Bakauheni, dan akses jalan menuju pelabuhan bisa memengaruhi waktu tempuh dan kenyamanan perjalanan.
Sebagai pembanding, pada Angkutan Lebaran 2026 ASDP memproyeksikan pergerakan penyeberangan naik sekitar 9,4 persen untuk penumpang dan 9,3 persen untuk kendaraan pada lintasan pantauan nasional. Karena Lampung menjadi gerbang utama Sumatra-Jawa, setiap kenaikan trafik akan cepat terasa di terminal, pelabuhan, dan ruas akses utama.
Imbauannya, warga sebaiknya berangkat lebih awal, memantau kondisi lapangan dari instansi resmi, dan menghindari puncak kepadatan bila perjalanan tidak mendesak. Untuk pengguna bus dan penyeberangan, siapkan tiket serta dokumen perjalanan lebih awal, jaga kondisi fisik, dan prioritaskan keselamatan selama arus balik.






