LAMPUNG SELATAN, Minggu, 15 Maret 2026, 10.00 WIB — Pelabuhan Bakauheni bersiap menghadapi arus mudik Lebaran 2026 dengan 10 buffer zone, sistem delaying, dan pengaturan layanan kendaraan, saat pergerakan dari Sumatra ke Jawa diproyeksikan mencapai 108 ribu penumpang dan 353 ribu kendaraan.
ASDP menyiapkan pola operasi khusus di lintas Bakauheni–Merak. Dalam periode 23–29 Maret 2026, Bakauheni diprioritaskan untuk pejalan kaki serta kendaraan golongan I hingga VI A menuju Merak. Di saat yang sama, pembatasan pembelian tiket juga diterapkan dengan radius tertentu agar antrean tidak menumpuk di sekitar pelabuhan.
Data Kementerian Perhubungan menunjukkan delaying system menuju Bakauheni dan BBJ Muara Pilu tersebar di 10 titik buffer zone dengan kapasitas parkir hingga 1.430 kendaraan kecil. Menhub Dudy Purwagandhi juga menyebut Lampung masuk lima besar provinsi tujuan favorit dari Jabodetabek dengan perkiraan pergerakan masyarakat mencapai 778 ribu orang.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan, “kapasitas harus seimbang dengan kebutuhan.” Bagi warga Lampung Selatan, skema ini penting untuk menekan kepadatan di akses pelabuhan, menjaga kelancaran distribusi barang, sekaligus memberi ruang gerak lebih aman bagi pelaku usaha kecil di sekitar terminal penyeberangan.
Kepadatan awal sudah mulai terlihat di Bakauheni pada H-8 Lebaran. ASDP Cabang Bakauheni menyiapkan CCTV, layanan kesehatan 24 jam, shuttle bus darurat, serta petugas di titik buffer zone untuk membantu calon penumpang sebelum masuk area pelabuhan.
Warga yang akan menyeberang diimbau membeli tiket lebih awal melalui Ferizy, datang sesuai jadwal keberangkatan, menjaga saldo uang elektronik bila melintas via tol, dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengguna kendaraan juga diminta mengutamakan jalur utama yang telah dipastikan aman, terutama saat hujan.






