[BANDAR LAMPUNG/LAMPUNG], Rabu, 22 Oktober 2025, WIB — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat 157 peristiwa kebakaran sepanjang 1 Januari–20 Oktober 2025. Mayoritas insiden dipicu korsleting listrik di kawasan permukiman padat penduduk. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp 4,28 miliar.
Data bulanan menunjukkan lonjakan tertinggi pada Juni (21 kejadian). Sepanjang periode itu, satu korban jiwa dilaporkan. Tren kebakaran rumah tangga didominasi instalasi listrik tak standar, penggunaan alat berdaya besar tanpa pengaman, kabel menumpuk/terkelupas, serta colokan berlebih (overload).
Irman Saputra, Kabid Pemadaman Damkarmat Bandar Lampung — ‘Kami minta warga rutin memeriksa instalasi listrik, tidak menumpuk sambungan kabel, dan mematikan peralatan saat tak digunakan. Edukasi pencegahan terus kami lakukan di kecamatan dan sekolah.’
Bagi warga kota, disiplin keselamatan dasar dapat memangkas risiko: gunakan MCB/ELCB sesuai daya, ganti kabel tua, hindari charging berjam-jam tanpa pengawasan, dan sediakan APAR rumahan. Pelaku usaha diminta melakukan audit listrik berkala, khususnya ruko dan usaha kuliner.
Dibanding 2024, Damkarmat menyebut nilai kerugian tahun ini cenderung menurun, mengindikasikan peningkatan kewaspadaan publik. Namun, intensitas hujan akhir tahun berpotensi memicu korsleting pada bangunan dengan instalasi lembab/usang.
Damkarmat menjadwalkan sosialisasi lanjutan serta simulasi penggunaan APAR di kelurahan. Warga bisa menghubungi posko terdekat untuk inspeksi sederhana dan konsultasi instalasi aman di rumah.






