Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Bangka Barat Siapkan Dermaga Baru Tanjungkalian

Layanan Bangka-Sumatra ditargetkan lebih cepat

Dermaga baru Tanjungkalian (Tom Fisk)
Dermaga baru Tanjungkalian (Tom Fisk)

BANGKA BARAT, Kamis, 26 Maret 2026, 09.40 WIB — PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan satu dermaga baru di Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, guna memperkuat layanan penyeberangan jalur Bangka-Sumatra. Rencana ini dinilai penting untuk memangkas antrean, mempercepat bongkar muat, dan menjaga kelancaran mobilitas penumpang serta kendaraan.

General Manager PT ASDP Cabang Bangka Agustinus Cahyo mengatakan pembangunan Dermaga 2 direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 dan diupayakan siap beroperasi pada tahun depan. Saat ini jalur penyeberangan di Selat Bangka menjadi salah satu simpul penting konektivitas logistik dan perjalanan warga antara Pulau Bangka dan Sumatra.

ASDP menyebut tambahan dermaga akan melengkapi upaya optimalisasi layanan yang selama ini juga ditopang 16 unit kapal feri di lintasan Selat Bangka. Dalam penjelasan perusahaan, keberadaan dua dermaga di Tanjungkalian diharapkan membuat proses layanan semakin lancar dan cepat. Pemerintah daerah sebelumnya juga menyiapkan area penyangga parkir di kawasan pelabuhan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan pada masa mudik dan arus balik.

Baca Juga:  Bakauheni masuk fase arus balik, tarif tunggal berlaku

Agustinus Cahyo, General Manager PT ASDP Cabang Bangka, mengatakan, “Kami memang di tahun ini sudah merencanakan dan dapat dipastikan mulai dikerjakan pembangunan Dermaga 2.” Sementara Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada akhir 2025 juga menegaskan tambahan dermaga diperlukan agar proses bongkar muat kendaraan dan penumpang bisa lebih cepat sehingga antrean dapat diminimalkan.

Baca Juga:  Mudik Nasional 2026, Bakauheni Jadi Simpul Kunci

Bagi warga Bangka Barat dan pengguna jalur ke Sumatra Selatan, proyek ini punya dampak langsung pada waktu tunggu penyeberangan, kelancaran logistik, dan kepastian jadwal perjalanan. Jalur Mentok–Tanjung Api-Api selama ini menjadi salah satu akses penting bagi penumpang, kendaraan pribadi, truk, hingga distribusi barang antarwilayah. Semakin efisien pelabuhan, semakin kecil pula potensi penumpukan kendaraan pada masa ramai.

Secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan masyarakat melalui layanan penyeberangan pada Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan di 15 lintasan pantauan nasional. Dalam konteks itu, penguatan simpul pelabuhan di Bangka Barat menjadi relevan karena konektivitas daerah tidak hanya melayani arus lokal, tetapi juga perjalanan antarprovinsi dan distribusi kebutuhan pokok.

Baca Juga:  Bakauheni Siaga, 10 Buffer Zone Dibuka

Langkah berikutnya adalah memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal dan kesiapan fasilitas pendukung di sisi pelabuhan Sumatra ikut ditingkatkan. Warga pengguna jasa penyeberangan tetap diimbau memantau jadwal keberangkatan dan datang lebih awal saat periode ramai agar antrean dapat terurai lebih tertib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *