PADANG, Jumat, 21 November 2025, 13.30 WIB — Hujan dengan intensitas lebat sejak Jumat pagi merendam permukiman warga di Gang Babussalam 1, Jalan DPR Ujung, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang. Genangan air setinggi sekitar 1,2 meter membuat satu keluarga, termasuk seorang ibu hamil, harus dievakuasi tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Banjir tercatat mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 08.00 WIB, ketika hujan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Air yang cepat naik di gang sempit membuat sebagian warga kesulitan menyelamatkan barang-barang, terutama di rumah-rumah yang berada lebih rendah dari badan jalan. Hingga siang hari, BPBD menyebut kerugian materi masih dalam pendataan dan menunggu surutnya air untuk memastikan kondisi keseluruhan warga terdampak.
Tim BPBD Kota Padang yang menerima laporan warga segera mengerahkan personel ke lokasi, melakukan penyisiran gang yang sudah terendam. Dalam proses penanganan, petugas mengevakuasi satu kepala keluarga berisi dua jiwa, termasuk seorang perempuan hamil, ke lokasi yang lebih aman sambil memantau kemungkinan peningkatan debit air.
“Harian Haluan melaporkan BPBD Kota Padang mengingatkan warga untuk selalu mengikuti informasi cuaca dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” demikian rangkuman peringatan lembaga tersebut melalui kanal resmi yang dikutip media lokal.
Genangan air di kawasan tersebut membuat akses warga terbatas, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Jika banjir berlanjut, aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada usaha rumahan dan warung kecil di sekitar gang dikhawatirkan ikut terganggu. Warga diimbau mengamankan dokumen penting, memindahkan peralatan elektronik ke tempat lebih tinggi, dan menghindari berjalan di arus air yang deras.
Wilayah Dadok Tunggul Hitam dan sekitarnya dikenal kerap tergenang saat hujan dengan durasi panjang, antara lain karena kapasitas drainase yang terbatas dan aliran air yang tertahan menuju saluran utama. Dalam beberapa musim hujan terakhir, sejumlah titik di Padang bagian utara berulang kali dilaporkan mengalami banjir serupa, meski skalanya berbeda-beda.
BPBD Kota Padang menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan kelurahan serta RT/RW untuk deteksi dini banjir susulan. Warga diimbau segera menghubungi layanan darurat Padang Sigap 112 jika membutuhkan bantuan evakuasi atau informasi kebencanaan, serta menjauhi saluran air besar ketika hujan deras masih berlangsung.






