[KALIANDA], Senin, 5 Januari 2026, 10.30 WIB — Banjir di Kecamatan Candipuro dan angin puting beliung di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, dilaporkan merusak permukiman warga pada akhir Desember 2025. BPBD setempat mencatat ratusan rumah terdampak banjir dan puluhan rumah mengalami kerusakan akibat puting beliung, dengan penanganan fokus pada pendataan, pembersihan, dan bantuan darurat.
BPBD Lampung Selatan melaporkan banjir terjadi di wilayah Kecamatan Candipuro pada Rabu (31/12/2025). Lokasi terdampak mencakup Desa Batang Hari Ogan, Desa Sinar Pasemah, dan Desa Sidoasri. Kondisi banjir dipicu intensitas hujan tinggi dan meluapnya sungai, sehingga air memasuki kawasan permukiman.
Dari pendataan awal BPBD, banjir berdampak pada 239 rumah, dengan 239 kepala keluarga (KK) terdampak. Selain rumah, tercatat enam fasilitas umum ikut terdampak (rinciannya menyesuaikan pembaruan verifikasi lapangan). BPBD juga menyebut puting beliung melanda Desa Sumur, Kecamatan Bakauheni, dengan total 89 rumah terdampak—31 rumah rusak berat dan 58 rumah rusak ringan.
Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Nurma Suri, menyebut upaya penanganan berjalan melalui koordinasi lintas unsur untuk pendataan dan respons awal. “Ini akibat hujan intensitas tinggi… dan meluapnya sungai sehingga menggenangi rumah warga,” kata Nurma Suri dalam keterangan BPBD.
Dampak bagi warga terasa pada aktivitas harian, mulai dari terganggunya akses lingkungan, kerusakan perabot rumah, hingga kebutuhan pembersihan pascagenangan. Untuk wilayah puting beliung, kerusakan atap dan struktur ringan berisiko membahayakan penghuni jika cuaca buruk berulang. Warga juga menghadapi potensi gangguan ekonomi harian—terutama bagi pekerja harian dan pelaku UMKM rumahan—karena waktu dan biaya terserap untuk perbaikan darurat.
Sebagai pembanding, peristiwa hidrometeorologi di musim hujan kerap meningkat saat curah hujan tinggi disertai angin kencang. Pola ini biasanya memicu kombinasi risiko: genangan/banjir di dataran rendah serta puting beliung pada wilayah terbuka atau pesisir. Karena itu, hasil verifikasi lapangan dan pembaruan pendataan menjadi penting agar bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih.
BPBD dan aparat kecamatan mendorong warga mengutamakan keselamatan: mematikan listrik saat air masuk rumah, menjauh dari pohon/rawan tumbang saat angin kencang, serta memperkuat bagian atap/sekat ringan secara sementara. Warga yang rumahnya rusak berat disarankan melapor ke perangkat desa/posko setempat untuk pencatatan dan tindak lanjut bantuan.






