Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Banjir OKI Rendam 1.370 Ha Sawah, 1.289 KK

Subfokus Lempuing, ketinggian air 30–170 cm

banjir Siak
banjir Siak

KAYUAGUNG, Senin, 12 Januari 2026, 09.30 WIB — Banjir melanda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dan merendam permukiman serta lahan pertanian. Di Kecamatan Lempuing, laporan mencatat 1.289 kepala keluarga terdampak dengan sawah terendam sekitar 1.370 hektare, memukul aktivitas warga dan potensi hasil panen.

Data dampak banjir mencatat ketinggian air bervariasi sekitar 30–170 sentimeter. Selain permukiman, genangan juga memengaruhi akses transportasi lokal dan lahan perkebunan, termasuk kebun karet yang ikut terendam.

BPBD menyebut ada sembilan desa di Kecamatan Lempuing yang terdampak paling parah. Rincian desa yang disebut antara lain Kutapandan, Cahya Makmur, Cahya Maju, Cahya Bumi, Kepayang, Sumber Agung, Bumi Arjo Makmur, Sumber Makmur, dan Tebing Suluh.

Baca Juga:  Proyek DME Dimulai 2026, Dampaknya ke Sumsel

Kepala Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, menyampaikan besaran dampak yang terdata di Lempuing. “Total warga terdampak ada 1.289 Kepala Keluarga (KK), sementara untuk total luasan sawah yang terendam kurang lebih 1.370 hektar. Serta kebun karet terendam kurang lebih 525 hektare,” ujar Sudirman.

Bagi warga, dampak paling terasa adalah terganggunya mobilitas harian dan potensi kerugian di sektor pertanian. Sawah yang terendam berisiko menunda masa tanam/panen, sementara akses jalan penghubung di beberapa titik dilaporkan terganggu sehingga distribusi kebutuhan pokok berpotensi melambat.

Baca Juga:  Jalan ke Batu Busuk Putus, 235 KK Terdampak

Sebagai pembanding, BPBD Sumsel menyatakan puncak musim hujan meningkatkan risiko banjir di sejumlah kabupaten/kota. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan diimbau waspada serta memantau informasi cuaca dan peringatan dini.

Langkah lanjut yang didorong adalah koordinasi lintas BPBD kabupaten/kota, penyiapan jalur evakuasi lokal, serta pemutakhiran data dampak untuk penyaluran bantuan. Warga juga diminta mengamankan dokumen penting, mematikan listrik saat air naik, dan menghindari melintas di ruas jalan yang tergenang dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *