Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Banjir Siak 213 KK Terdampak di 4 Kampung

banjir Siak
banjir Siak

[SIAK, RIAU], Selasa, 21 Oktober 2025, WIB — Banjir di Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, berdampak pada 213 kepala keluarga di empat kampung—Sengkemang, Buantan II, Pangkalan Pisang, dan Rantau Panjang. Genangan dilaporkan hingga sekitar 50 sentimeter di sejumlah titik, memaksa pemindahan sementara warga rentan ke lokasi aman.

Pemkab Siak bersama TNI–Polri dan perangkat kecamatan mengevakuasi warga di titik terdalam serta menyiapkan pos pantau di ruas jalan yang terendam. Pembersihan drainase darurat dilakukan untuk mempercepat aliran air. Opsi sekolah daring dipertimbangkan apabila genangan belum surut pada esok hari.

Pengamatan lapangan melalui drone memperlihatkan aliran kanal dan daerah aliran sungai (DAS) mengalami pendangkalan. Di beberapa lokasi, lahan sekitar DAS telah beralih fungsi sehingga menurunkan daya tampung saat hujan bertepatan dengan pasang. Pemerintah daerah menyiapkan pengerukan terbatas dan pembukaan sumbatan darurat sambil menunggu peralatan berat.

Baca Juga:  Duktagana Deli Serdang Rekam Ulang Dokumen Warga Terdampak Banjir

“DAS itu tidak boleh beralih fungsi. Kami lihat ada yang berkebun di pinggir DAS, ditambah pendangkalan. Saat sekat kanal perusahaan dibuka, banjir datang mendadak,” kata Bupati Siak, Afni Zulkifli. Ia memerintahkan camat mengoordinasikan evakuasi warga terdampak seraya menyiapkan bantuan logistik awal sambil memantau potensi hujan malam ini.

Dampak bagi warga mencakup gangguan akses kerja harian dan pelayanan publik, terutama pada rute Koto Gasib–Siak Sri Indrapura. UMKM rumahan di wilayah rendah diminta mengamankan bahan baku, menutup stop kontak dekat lantai, dan memindahkan peralatan produksi ke tempat lebih tinggi.

Baca Juga:  Banjir Manggala Warga Bertahan di Pengungsian Akibat Dampak Kesehatan

Musim hujan tahun ini kerap memicu genangan di tepi DAS, terutama saat puncak pasang. Dalam kasus serupa pada triwulan I, luapan Sungai Siak sempat menimbulkan ratusan KK terdampak di Pekanbaru. Pola ini menegaskan kebutuhan pengelolaan DAS terpadu dan penegakan aturan sempadan.

Langkah lanjut yang ditempuh Pemkab Siak meliputi: evakuasi sementara kelompok rentan, distribusi logistik, pengerukan titik kritis, serta audit kepatuhan sempadan sungai. Warga diminta menghindari melintasi jalan tergenang pada malam hari dan mengikuti arahan petugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *