Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Banyuasin–Muntok, Puncak Mudik TAA 17–18 Maret

Pelabuhan siapkan 17 kapal untuk lintas Banyuasin–Muntok

Pelabuhan Tanjung Api-Api mudik 2026 (Lisa from Pexels)
Pelabuhan Tanjung Api-Api mudik 2026 (Lisa from Pexels)

BANYUASIN, Rabu, 18 Maret 2026, 09.30 WIB — Arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, diperkirakan mencapai puncak pada 17–18 Maret. Pengelola pelabuhan menyatakan pergerakan penumpang dan kendaraan sudah naik dalam tiga hari terakhir, dengan jalur penyeberangan menuju Muntok menjadi salah satu simpul penting mobilitas warga Sumatra bagian selatan.

Koordinator Pelabuhan Tanjung Api-Api, Gunawan, mengatakan kenaikan arus mudik dibanding hari biasa sudah terlihat sejak awal pekan. Menurut dia, lonjakan penumpang dan kendaraan diperkirakan sekitar 40 persen dari kondisi normal, meski rincian akhir masih bergerak mengikuti arus kedatangan di lapangan. Pengelola juga menilai kondisi pasang surut masih normal sehingga proses sandar dan bongkar muat belum terganggu.

Untuk mengantisipasi lonjakan, pelabuhan menyiapkan 17 unit kapal, dengan 15–16 kapal siap beroperasi setiap hari. Hingga laporan terakhir, belum terjadi penumpukan kendaraan di area pelabuhan. Jika arus naik lebih tinggi, frekuensi pelayaran akan ditambah secara situasional agar antrean tidak meluas. Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional pengaturan simpul penyeberangan jelang Lebaran, ketika pemerintah mendorong distribusi arus kendaraan dan penumpang agar tidak menumpuk di titik tertentu.

Baca Juga:  Banjir Rob Ancam Pesisir Sumatra hingga 3 Desember

Di lapangan, arus dari Muntok menuju Palembang disebut sementara lebih ramai, walau penumpang dari Palembang ke Bangka juga tetap tinggi. Bagi warga Banyuasin, Palembang, dan Bangka Barat, kondisi ini penting karena lintasan TAA–Tanjung Kalian menjadi jalur alternatif sekaligus jalur utama distribusi orang dan kendaraan menjelang Lebaran. Kelancaran lintasan ini ikut memengaruhi perjalanan keluarga, logistik ringan, dan mobilitas usaha kecil yang bergantung pada konektivitas antarpulau.

Baca Juga:  Muara Enim Siaga Hidrometeorologi hingga 31 Maret 2026

Secara lebih luas, Kementerian Perhubungan sebelumnya memproyeksikan simpul-simpul penyeberangan menuju Sumatra akan menjadi titik padat selama masa Angkutan Lebaran 2026. Pemerintah juga menerapkan pengaturan lintasan dan strategi pengendalian kepadatan di Merak–Bakauheni untuk menjaga kelancaran arus ke Sumatra. Meski lintasan TAA berbeda dari Selat Sunda, pola kesiapsiagaan armada dan pengaturan lapangan di Banyuasin menunjukkan antisipasi serupa: mempercepat perputaran kapal dan mencegah antrean kendaraan di area pelabuhan.

Baca Juga:  Wapres Gibran Tinjau Sekolah Rakyat & Panen Jagung di Sumsel

Gunawan mengimbau pemudik menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan. Pihak pelabuhan menyiapkan pos terpadu untuk pemeriksaan kesehatan penumpang sebelum melanjutkan perjalanan. Bagi warga yang hendak berangkat dari Banyuasin menuju Muntok, waktu berangkat lebih awal, memastikan kendaraan dalam kondisi baik, dan memantau kepadatan sebelum masuk area pelabuhan menjadi langkah praktis agar perjalanan lebih lancar pada puncak mudik hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *