PEKANBARU, Senin, 27 Oktober 2025, WIB — BPBD-Damkar Riau mengusulkan penetapan status siaga darurat banjir bagi Pekanbaru, Dumai, dan Siak menyusul meningkatnya curah hujan dan laporan genangan di sejumlah titik. BMKG memprakirakan puncak musim hujan di Riau terjadi pada November.
Kepala BPBD-Damkar Riau, M Edy Afrizal, menyebut laporan genangan terjadi karena kombinasi hujan intens dan pasang laut di pesisir, disertai keterbatasan drainase di kawasan perkotaan. Usulan siaga darurat didorong agar penanganan lintas OPD bisa lebih cepat, termasuk mobilisasi pompa, dapur umum, dan logistik.
BPBD mencatat sejumlah titik tergenang secara sporadis di Pekanbaru, Dumai, dan Siak pada pekan keempat Oktober. BMKG memproyeksikan puncak hujan pada November 2025; potensi hujan kategori menengah–tinggi meningkat pada Dasarian I–II November di sebagian Sumatra bagian tengah.
“Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan terjadi November. Kami minta kabupaten/kota siapkan langkah siaga banjir dan penanganan cepat,” kata M Edy Afrizal, Kepala BPBD-Damkar Riau.
Di jalur-jalur padat seperti Jalan Jenderal Sudirman (Pekanbaru) dan poros industri Dumai, genangan berpotensi menghambat distribusi barang. UMKM makanan-minuman di pusat kota diminta mengamankan stok dan peralatan dari potensi limpasan air, serta menyesuaikan jam operasional saat hujan lebat.
Riau sempat mengalami karhutla pada pertengahan tahun. Memasuki peralihan menuju musim hujan, titik panas menurun dan digantikan potensi banjir di kawasan dataran rendah serta bantaran sungai. Edaran kewaspadaan telah diterbitkan sejak akhir September untuk memperkuat kesiapsiagaan kabupaten/kota.
Pemda diminta menyiapkan pompa mobile, pembersihan drainase, dan posko siaga. Warga diminta menghindari melintas di genangan lebih dari 30 cm, mematikan listrik bila air mulai masuk rumah, dan memantau peringatan cuaca harian. BPBD membuka kanal aduan untuk percepatan asesmen kerusakan.






