Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Jalinsum Tarutung–Sipirok Pulih Bertahap, 53 Titik Longsor Ditangani

Delapan titik sempat amblas-putus total; jalur detour dibuat di lokasi kritis.

Longsor
Longsor

TAPANULI SELATAN, Selasa, 30 Desember 2025, 17.22 WIB — Penanganan darurat ruas Jalan Nasional Tarutung–Sipirok–Padangsidimpuan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dikebut Kementerian Pekerjaan Umum (PU) setelah bencana banjir bandang dan longsor. Arus Tarutung–Sipirok mulai dapat dilalui, namun pengguna jalan diminta ekstra waspada karena curah hujan masih tinggi.

Ruas Tarutung–Sipirok–Padangsidimpuan disebut sebagai jalur vital penghubung antarwilayah di kawasan Tapanuli. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara menurunkan tim tanggap darurat sejak hari pertama pascabencana untuk memulihkan akses transportasi warga, termasuk distribusi kebutuhan pokok dan layanan darurat.

Dalam penanganan lapangan, BBPJN mencatat sedikitnya 53 titik longsor di sepanjang ruas tersebut. Dari jumlah itu, delapan titik dilaporkan mengalami amblas hingga sempat memutus akses total. Pekerjaan difokuskan pada pembersihan material longsor, penimbunan badan jalan yang amblas, serta pembuatan jalur detour pada titik-titik kritis.

Baca Juga:  34 Warga Tapanuli Tengah Tewas, Ribuan KK Masih Terisolasi

Manaek Manalu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Sumatera Utara, “Sesuai arahan Presiden, kami bergerak cepat melakukan penanganan darurat agar jalan nasional tetap fungsional. Langkah yang dilakukan antara lain pembersihan material longsor, penimbunan badan jalan yang amblas, serta pembuatan jalur detour di titik-titik kritis.”

Pemulihan akses ini berpengaruh langsung pada mobilitas warga Tapsel, terutama rute angkutan barang dan penumpang menuju pusat layanan di Padangsidimpuan maupun Tarutung. Sopir angkutan dan warga yang rutin melintas diminta menyesuaikan waktu perjalanan, menjaga jarak aman, serta mengikuti arahan petugas karena masih ada titik rawan longsor susulan.

Baca Juga:  Banjir dan Longsor Terjang Tapanuli Tengah, 9 Titik Warga Terdampak

Dari sisi infrastruktur jembatan, pemerintah menyampaikan tidak ada jembatan nasional yang amblas. Sejumlah jembatan lama yang terdampak dilaporkan sudah ditangani secara darurat agar tetap aman dilalui kendaraan. Namun, kondisi cuaca yang belum stabil membuat pemantauan rutin tetap diperlukan, termasuk kesiapsiagaan alat berat di lokasi rawan.

Ke depan, BBPJN melanjutkan pemantauan dan penanganan berkelanjutan, sambil mengingatkan pengendara untuk tidak memaksakan melintas saat hujan deras. Warga juga diimbau segera melapor ke aparat setempat bila melihat retakan badan jalan, guguran tanah, atau aliran air membawa material di lereng dekat jalur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *