Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Jembatan Darurat Batang Anai Dikebut, Akses Warga Tersendat

Substitusi sementara jembatan penghubung Anduriang–Kayu Tanam

Ilustrasi jembatan darurat Padang Pariaman (Gratisography)
Ilustrasi jembatan darurat Padang Pariaman (Gratisography)

[PADANG PARIAMAN], Selasa, 3 Februari 2026, 10.41 WIB — Pembangunan jembatan darurat di Sungai Batang Anai, Nagari Anduriang, Kabupaten Kabupaten Padang Pariaman, terus dikebut untuk memulihkan mobilitas warga. Jembatan penghubung yang putus sejak banjir bandang akhir November 2025 masih menyulitkan aktivitas harian dan arus ekonomi lokal.

Pengerjaan dilakukan melalui gotong royong personel TNI Angkatan Laut bersama masyarakat setempat. Di lokasi, warga dan personel memasang material darurat—termasuk pemanfaatan batang pohon kelapa dan bronjong—sebagai akses sementara agar perlintasan orang dan barang tidak sepenuhnya terputus.

Informasi lapangan menyebut pengerjaan sempat terkendala karena debit sungai tiba-tiba membesar dan mengganggu proses pemasangan. Kondisi ini membuat target penyelesaian jembatan darurat dapat bergeser, terutama bila hujan kembali meningkatkan arus Batang Anai pada jam-jam tertentu.

Baca Juga:  Jembatan Kampuang Apa Rapuh, Bupati Padang Pariaman Stop Truk Tambang

Dalam laporan kegiatan, disebutkan personel TNI AL dan warga bahu-membahu membangun jembatan darurat karena akses penghubung dari Nagari Anduriang ke kawasan Kayu Tanam terputus dan menyulitkan warga beraktivitas. “Kami bergotong royong agar akses warga kembali terbuka,” demikian inti pernyataan kegiatan yang dipublikasikan melalui kanal dokumentasi.

Dampak paling terasa berada pada layanan sehari-hari: anak sekolah, pekerja, pedagang, dan akses ke fasilitas kesehatan. Terputusnya jembatan memaksa sebagian warga mengambil rute memutar atau menunggu penyeberangan alternatif, yang berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan waktu tempuh. Bagi pelaku usaha kecil, keterlambatan distribusi barang bisa memengaruhi stok dan harga jual di tingkat nagari.

Baca Juga:  Liburan Seru ke Bukittinggi untuk Menikmati Wisata Alam dan Sejarah

Pemerintah daerah sebelumnya juga telah menyampaikan bahwa banjir dan longsor menyebabkan beberapa jembatan roboh, termasuk Jembatan Anduriang di kawasan Kayu Tanam. Kerusakan infrastruktur vital ini berdampak langsung pada keterhubungan antarwilayah dan menghambat mobilitas warga, sehingga penanganan sementara melalui jembatan darurat menjadi prioritas sambil menunggu pembangunan permanen.

Ke depan, warga diimbau memperhatikan keselamatan saat melintas di struktur darurat—terutama ketika hujan, arus menguat, atau ada peringatan dari petugas lapangan. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan memperjelas jadwal kerja, titik aman penyeberangan, serta rencana pembangunan permanen agar pemulihan ekonomi nagari berjalan lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *