Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Karhutla Muncul di Riau, BNPB Catat 3,25 Hektare Terbakar di Dumai dan Siak

Musim hujan belum menutup risiko lahan terbakar, operasi darat terus dilakukan

Karhutla Dumai Siak 3.25 hektare (RDNE Stock project)
Karhutla Dumai Siak 3.25 hektare (RDNE Stock project)

[PEKANBARU], Sabtu, 24 Januari 2026, 13.00 WIB — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di Provinsi Riau pada awal 2026, dengan sebaran di Kota Dumai dan Kabupaten Siak. BNPB mencatat total luas lahan terbakar mencapai 3,25 hektare pada periode 1–16 Januari 2026, sementara tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas.

Berdasarkan rekap BNPB, rincian karhutla di Riau meliputi 3 hektare di Kota Dumai dan 0,25 hektare di Kabupaten Siak. Penanganan dilakukan melalui operasi darat, dengan fokus mencegah kebakaran merambat ke area sekitar yang rawan terbakar, termasuk kawasan lahan gambut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, “tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan api di lokasi terbakar.’”

Baca Juga:  BNPB Bubarkan Satgas Karhutla, Implikasi bagi Sumatra

Bagi warga, kemunculan karhutla berpotensi memicu gangguan kesehatan akibat asap bila kondisi angin dan kelembapan berubah, serta mengganggu aktivitas luar ruang dan transportasi. Selain itu, kebakaran di lahan gambut dikenal sulit dipadamkan bila api merambat ke bawah permukaan, sehingga upaya pencegahan dini menjadi krusial.

Di tingkat lokal, patroli dan pemantauan lapangan menjadi langkah yang terus didorong untuk memastikan tidak ada titik api baru. Sejumlah unsur kewilayahan juga melakukan patroli rutin di area rawan, terutama di kecamatan yang memiliki riwayat kebakaran lahan saat curah hujan berkurang.

Baca Juga:  Marapi Waspada, Radius 3 Km Dilarang; Warga Diminta Waspada Galodo

Sebagai konteks, BNPB menyebut sejumlah wilayah Indonesia masih menghadapi kejadian bencana pada pertengahan Januari, termasuk karhutla di beberapa provinsi. Kondisi ini menunjukkan risiko kebakaran tidak sepenuhnya hilang meski berada dalam periode musim hujan, terutama pada wilayah dengan karakteristik lahan mudah terbakar dan aktivitas manusia yang berpotensi memicu api.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan, antara lain tidak membakar sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Warga di wilayah rawan juga diminta segera melapor bila melihat asap atau titik api, serta mengikuti arahan petugas ketika operasi pemadaman berlangsung.

Baca Juga:  Palembang Diselimuti Asap, Karhutla OKI 15 Ha

Ke depan, penguatan posko, kesiapan personel, dan ketersediaan peralatan lapangan menjadi penentu agar karhutla dapat ditangani sejak dini dan tidak berkembang menjadi kejadian lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *