GEMASUMATRA.COM – Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) pada Triwulan II 2025 tercatat sebesar 4,69 persen secara tahunan (year-on-year), menunjukkan tren positif dibandingkan kuartal sebelumnya.
Peningkatan tersebut turut didorong oleh kenaikan konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 2,8 persen.
Meski demikian, tekanan terhadap daya beli masyarakat Sumut masih dirasakan kuat.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut menjelaskan bahwa kenaikan konsumsi belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, terutama akibat inflasi dan kenaikan harga bahan pokok.
“Angka pertumbuhan memang menunjukkan peningkatan, namun secara riil masyarakat masih menahan belanja non-pokok,” ungkapnya dalam keterangan resmi.
Beberapa sektor yang menopang pertumbuhan ekonomi Sumut antara lain industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta pertanian.
Namun di sisi lain, pengeluaran masyarakat lebih banyak terserap untuk kebutuhan dasar, terutama makanan dan transportasi.
Pengamat ekonomi lokal menilai bahwa meski konsumsi meningkat, hal tersebut lebih disebabkan oleh faktor musiman seperti Hari Raya dan tahun ajaran baru, bukan karena peningkatan kesejahteraan yang merata.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan stimulus dan kebijakan yang mendukung daya beli masyarakat, terutama melalui pengendalian inflasi dan peningkatan lapangan kerja.






