LAMPUNG SELATAN, Sabtu, 28 Maret 2026, 09.30 WIB — Pelabuhan Bakauheni diproyeksikan menghadapi gelombang kedua arus balik Lebaran pada 28–29 Maret 2026. Kondisi ini penting bagi warga Sumatra karena penyeberangan menuju Jawa masih padat, sementara operator pelabuhan dan pemerintah daerah menyiapkan pola layanan untuk menekan antrean.
PT ASDP Indonesia Ferry dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebelumnya sama-sama memproyeksikan arus balik Lebaran terbagi dalam dua gelombang, yakni 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026. Untuk periode arus balik 23–29 Maret, ASDP juga menerapkan penyesuaian pola distribusi kendaraan sesuai skema nasional di lintasan Merak–Bakauheni dan pelabuhan pendukung.
Di lapangan, ASDP menyebut lebih dari separuh pemudik dari Sumatra belum kembali ke Jawa hingga H+4 Lebaran. General Manager ASDP Cabang Bakauheni Partogi Tamba mengatakan lonjakan berikutnya diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026, sehingga arus kendaraan dan penumpang masih berpotensi tinggi menjelang akhir masa libur.
Partogi Tamba, General Manager ASDP Cabang Bakauheni, mengatakan, “Kami memprediksi puncak arus balik kedua akan terjadi akhir pekan ini yakni tanggal 28-29 Maret 2026.” Pernyataan itu sejalan dengan proyeksi arus balik dua gelombang yang disampaikan dalam peninjauan kesiapan pengamanan di Bakauheni oleh unsur pemerintah daerah dan kepolisian.
Bagi warga, dampak paling langsung adalah potensi antrean lebih panjang di area parkir pelabuhan, waktu tunggu yang bisa bertambah, dan kebutuhan mengatur jam berangkat lebih awal. Pemudik kendaraan pribadi, bus, maupun logistik dari Sumatra menuju Jawa menjadi kelompok yang paling terdampak, terutama bila datang pada jam puncak malam hingga dini hari.
Sebagai pembanding, ASDP sebelumnya menyiapkan penguatan armada harian 28–33 kapal di lintas Merak–Bakauheni serta layanan pelanggan 24 jam selama periode Lebaran. Langkah lanjut yang paling relevan bagi warga adalah memastikan tiket sudah dibeli sebelum tiba di pelabuhan, memantau arahan petugas, dan memilih jam perjalanan di luar puncak bila masih memungkinkan.






