Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Langkat Salurkan Santunan Rp240 Juta untuk Ahli Waris Korban Banjir

Bantuan tunai dan sembako ditujukan untuk kebutuhan awal pemulihan keluarga terdampak

Santunan Kemensos korban banjir Langkat (cottonbro studio)
Santunan Kemensos korban banjir Langkat (cottonbro studio)

STABAT, Rabu, 14 Januari 2026, 13.10 WIB — Pemerintah Kabupaten Langkat menyalurkan santunan tunai dari Kementerian Sosial senilai total Rp240 juta kepada ahli waris korban meninggal akibat banjir. Bantuan ini menyasar 16 keluarga, masing-masing menerima Rp15 juta, untuk membantu kebutuhan dasar pada masa awal pemulihan.

Penyaluran santunan dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat pada Senin (12/1/2026). Dalam kegiatan itu, penyerahan dilakukan oleh Pemkab Langkat bersama Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kementerian Sosial.

Selain uang tunai, keluarga ahli waris juga menerima paket sembako yang berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan kebutuhan pangan praktis lainnya. Pemkab menyebut dukungan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga korban memenuhi kebutuhan harian sambil menata kembali aktivitas ekonomi rumah tangga.

Baca Juga:  Banjir Rendam 5 Kecamatan di Medan, Ratusan Mengungsi

Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, H. Amril, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. “Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban banjir,” ujarnya saat kegiatan penyaluran santunan.

Di sisi penanganan bencana, Pemkab Langkat sebelumnya juga melakukan evaluasi dan memperpanjang status tanggap darurat banjir selama tujuh hari terhitung sejak 16 Desember 2025, dengan pertimbangan masih adanya wilayah tergenang dan kebutuhan pemulihan layanan dasar. Dalam rapat evaluasi, Bupati Langkat Syah Afandin menekankan kesiapsiagaan perangkat daerah untuk memastikan logistik, kesehatan, dan layanan dasar berjalan.

Baca Juga:  Dusun Pinang Balirik Masih Terisolir

Bagi warga, penyaluran santunan dan kelanjutan penanganan darurat berdampak langsung pada keberlanjutan layanan publik: akses administrasi, bantuan sosial, hingga pemulihan fasilitas umum. Pemkab mengimbau warga terdampak memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan prioritas, serta berkoordinasi dengan aparatur desa/kelurahan untuk pendataan lanjutan jika masih ada kerusakan rumah dan sarana usaha.

Langkah berikutnya yang menjadi perhatian adalah penguatan pemulihan pascabanjir—termasuk perbaikan fasilitas umum dan pendampingan keluarga terdampak agar kembali beraktivitas normal. Warga juga diminta tetap siaga saat hujan meningkat, mengingat sejumlah wilayah memiliki riwayat genangan berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *